Kamis, 20 Juni 2019
Follow:
Home
Megawati Penghalang SBY Dukung Jokowi
Kamis, 26/07/2018 - 15:22:19 WIB
 
 

JAKARTA- Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto membeberkan isi pertemuan antara ketua umum mereka, Zulkifli Hasan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Yandri menuturkan faktor utama SBY ingin berkoalisi dengan oposisi di Pilpres 2019 karena memiliki masalah hubungan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kata dia, SBY mengatakan Megawati tidak setuju Jokowi berkoalisi dengan Demokrat.

Mengutip pernyataan SBY, Yandri menyebut Megawati sebagai rintangan utama Demokrat mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Pak SBY sampaikan ada usaha membangun kerja sama yang baik dengan Pak Jokowi. Tetapi sampai sekarang Ibu Mega lah yang menjadi penghalang utama. Istilah Pak SBY itu handycap satu lah," ujar Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/7).

Ia mengatakan, pada intinya SBY ingin berkoalisi dengan Gerindra, PKS, dan PAN di Pilpres 2019 karena Demokrat tidak diterima oleh koalisi pemerintah.

"Intinya kira-kira Demokrat sudah ditutup pintunya oleh pihak Istana," ujar Yandri.

Atas penolakan itu, Yandri membeberkan SBY tetap ingin Demokrat turut berkontestasi di Pilpres 2019. Salah satu hal yang dilakukan SBY dengan berkoalisi dengan Gerindra, PKS, dan PAN.

"Pak SBY coba untuk merangkai ramuan di luar istana. Di situ jelas ada Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat," ujar Yandri.

Meski berencana berkoalisi, Yandri mengaku SBY belum menyebut siapa capres dan cawapres yang bakal didukung oleh Demokrat. Bahkan, ia mengaku SBY tidak menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres jika jadi berkoalisi dengan PAN.

SBY, kata dia, hanya fokus membahas persoalan bangsa dan masalah hubungan dengan Megawati dalam pertemuan bersama Zulhas.

"Tadi malam satu kata pun yang saya dengar langsung tidak pernah Pak SBY menyebut AHY. Atau langsung menawarkan kepada PAN bagaimana kalau AHY," ujarnya.

Lebih dari itu, Yandri mengatakan pembahasan soal capres dan cawapres sedianya akan dibahas bersama pada awal Agustus 2018. PAN, kata dia, juga belum memastikan bakal mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Sejoli Pemilik Satu Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Ditangkap BNN di Rumbai Pekanbaru
Diusir Dari Kebun Warga di Inhu, Empat Gajah Liar Mulai Dekati Tesso Nilo
Pria Paro Baya Hilang di Sungai Lakar Siak yang Dihuni Buaya
Kerjasama Indonesia-Korea Sektor LHK akan Libatkan Universitas Lancang Kuning
Ini Dia Para Jawara LKJ PWI Riau-KLHK dengan Total Hadiah Rp115 Juta
Sedang Transaksi, Polisi Ciduk Dua Pria Pengedar 1 Kg Sabu di Dumai
Manfaat Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
Shakira, Kecantikan dan Keindahan Tubuh yang Tak Lekang
Pedoman Sederhana Mengetahui Hadits Shahih
Presiden Serahkan Penjaringan Calon Pimpinan KPK Kepada Pansel
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com