Kamis, 16 08 2018
Follow:
Home
Kehalalan Menjadi Pro Kontra, Menkes Perbolehkan 'Tunda' Vaksin MR
Selasa, 07/08/2018 - 15:05:07 WIB
 
 

JAKARTA- Pelaksanaan pemberian vaksin MR atau imunisasi campak- rubella yang masih terbentur pro-kontra kehalalannya membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengambil langkah untuk memperbolehkan daerah untuk melakukan penundaan sementara.

Hal ini disampaikan Nila melalui Surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 ditujukan kepada para gubernur dan bupati di seluruh Indonesia yang dikirim pada Senin siang.

"Pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar'i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sedangkan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar'i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR," kata Menteri Nila dalam surat edaran yang dikutip di Jakarta, Senin, lalu.

Dalam surat edaran tersebut, juga tertulis tentang pelaksanaan imunisasi MR fase dua.

"Memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memilih menunggu terbitnya fatwa MUI tentang imunisasi MR, agar dapat memperoleh imunisasi MR pada kesempatan berikutnya sampai akhir bulan September 2018."

Kampanye Imunisasi MR dibagi ke dalam dua fase. Fase pertama telah dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2017 di enam Provinsi di Pulau Jawa. Sedangkan fase kedua sedang berlangsung pelaksanaannya di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa.

Imunisasi MR dilakukan dengan menyasar anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun. Anak di usia ini dinggap memiliki kerentanan paling tinggi terhadap penyakit tersebut.

Meski memutuskan untuk memperbolehkan adanya penundaan sementara, namun Menkes mengingatkan dampak akibat penyakit campak dan rubella yang bisa merugikan masa depan bangsa Indonesia.

"Merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat untuk melindungi anak-anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella. Kita perlu mempertimbangkan dampak penyakit campak dan rubella pada generasi penerus bangsa apabila tidak diiakukan vaksinasi MR," katanya.

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Lima Pimpinan Bawaslu Kabupaten Kampar Dilantik di Jakarta
Sekda: Devisit anggaran Sebabkan Riau Alami Masa Sulit
Dumai akan Peringati Detik Proklamasi di Taman Bukit Belanggang
BRK Raih Platinum Award Kinerja Keuangan Sangat Bagus yang ke 10
Gempa Lombok Juga Memperlihatkan Ketangguhan Manusia
Alia, Rapper Manis Berhijab Asal Amerika
Hari Ini 103 Titik Panas Terdeteksi di Riau
Penderita DBD di Pekanbaru Capai 201 Kasus
Penjelasan BMKG Soal Cuaca Pekanbaru Sangat Panas
PWI Riau Serahkan Sumbangan untuk Korban Gempa Lombok
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com