Sabtu, 17 November 2018
Follow:
Home
Menteri Keuangan Beri Sinyal Ubah Asumsi Rupiah di APBN 2019
Senin, 10/09/2018 - 21:16:50 WIB
 
 

JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengisyaratkan mengubah asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Namun, tak asal ubah, ia berjanji untuk terlebih dahulu mengamati dinamika global yang terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam nota keuangan APBN 2019, asumsi nilai tukar rupiah dipatok Rp14.400 per dolar AS. Namun, menurut catatannya rata-rata rupiah per Januari-September 2018 berkisar Rp13.977 per dolar AS.

"Sebenarnya rata-rata kurs rupiah saat ini masih di bawah Rp14 ribu per dolar AS, makanya kami menempatkan rupiah Rp14.400 per dolar AS (di APBN 2019) dari sebelumnya perkiraan kami di kisaran Rp13.800-14.000 waktu itu," ucapnya di Komisi XI DPR, Senin (10/9).

Namun demikian, pergerakan rupiah di pasar spot sebenarnya sudah menembus kisaran Rp14.800-14.900 per dolar AS. Begitu pula dengan kurs referensi BI, Jakarta Interbank Dollar Spot Rate (Jisdor) yang menempatkan rupiah sudah di kisaran Rp14.800 per dolar AS.

Untuk itu, ia memberi sinyal bahwa perubahan asumsi rupiah ada, meski masih perlu dipastikan dengan melihat dinamika ekonomi ke depan.

"Dalam hal kurs, sebenarnya ini merupakan domain BI, namun kami semua perlu menghitung konsekuensi dari sisi penerimaan dan belanja negara," jelasnya.

Dinamika global yang akan dipantaunya lebih dulu, yaitu terkait dampak dari normalisasi kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve. Sebab, The Fed akan kembali mengerek tingkat suku bunga acuannya pada bulan ini.

Kenaikan bunga acuan The Fed ini, dipastikannya akan kembali menekan aliran modal asing ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Walhasil, risiko arus modal asing keluar (capital outflow) dari Indonesia masih ada dan bisa kembali menekan kurs rupiah.

Dinamika global lainnya, yaitu terkait perang dagang yang dilakukan AS kepada sejumlah mitra dagangnya, terutama China. Selain itu, ia juga akan memantau perkembangan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari sejumlah lembaga keuangan dunia, baik secara global, negara maju, hingga negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ia mengklaim sejatinya beberapa lembaga keuangan dunia masih cukup optimis dengan pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Ia menyontohkan Bank Dunia masih memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di angka 5,2 persen atau sedikit lebih rendah dari proyeksi pemerintah di angka 5,3 persen.

Kemudian, proyeksi pertumbuhan dari konsensus pasar sebesar 5,3 persen dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) di angka 5,4 persen.

Lalu, Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) di 5,3 persen dan Organisasi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) di angka 5,5 persen.

Sementara, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS Refrizal menilai pemerintah perlu segera mengubah asumsi rupiah di APBN 2019. Pasalnya, kurs rupiah saat ini saja sudah melebihi asumsi yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2018 sebesar Rp13.400 per dolar AS.

"Tahun ini saja sudah melesat, apa pemerintah mau tahun depan meleset lagi? Atau apakah nanti harus mengorbankan cadangan devisa negara untuk memperkuat rupiah yang dipatok terlalu rendah?" katanya.

Untuk itu, menurutnya, perlu asumsi rupiah yang jauh lebih realistis dan sesuai dengan tren pergerakan rupiah di pasar. Setidaknya, ia mengungkapkan pemerintah bisa mempertimbangkan perhitungan bank sentral nasional yang sempat memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.300-Rp14.700 per dolar AS pada tahun depan.

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
KPK Akan Periksa Direktur Lippo Cikarang
Garuda Jamin KSO tak Ganggu Operasional Sriwijaya Air
FJPI Riau Hadiri Sarasehan dan Kongres Jurnalis Perempuan Indonesia
Chevron Dukung Pelatihan Pengelolaan Sampah untuk Guru TK dan PAUD
Tragedi Semanggi, Keluarga Korban Tagih Janji Jokowi
Garuda Indonesia Ambil Alih Opresional Sriwijaya Group
Kurir Jaringan Sabu Eks Politikus NasDem Diburu BNN
Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Tualang Terendam Banjir
Raih Juara Terbaik Nasional, Syamsuar Kunjungi Puskesmas Sei Apit
KPK Minta Menag Tinjau Ulang Pengadaan Kartu Nikah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com