Sabtu, 17 November 2018
Follow:
Home
Pimpinan JAD Pekanbaru Divonis 11 Tahun
Kamis, 13/09/2018 - 20:11:34 WIB
 
 

JAKARTA- Pimpinan Jamaah Ashor Daulah (JAD) Pekanbaru, Riau, Wawan Kurniawan alias Abu Afif dijatuhi hukuman 11 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis (13/9). Wawan terbukti melakukan tindak pidana terorisme di Riau dan Jambi.

Setelah dibacakan vonisnya, Wawan membaca dua kalimat syahadat dan mengatakan keberatan. Ia mengaku tidak menerima hukum yang dibuat oleh manusia. Dia hanya menganut hukum Islam yang telah diturunkan Allah SWT.

"Saya tidak akan mengajukan pembelaan ataupun banding saya. Ya Allah Ya Rabb aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah, Aku bersaksi Muhammad Utusan Allah," kata Wawan menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Suhartono yang membacakan vonis, Kamis (13/9).

"Intinya saya tidak rida dengan putusan atau pidana apapun yang mengacu pada hukum-hukum perbuatan manusia," tambahnya.

Wawan mengatakan tak akan mengajukan upaya banding atas vonisnya yang sebetulnya lebih ringan dari tuntutan jaksa tersebut. Dia akan melanjutkan masa penahanannya di Rutan Gunung Sindur, Bogor.

Sementara itu, kuasa hukum Wawan, Asludin Hatjani mengatakan pihaknya tak bisa melakukan upaya hukum lainnya apabila Wawan tak berkehendak. Namun dia merasa vonis tersebut masih terlalu berat untuk kliennya.

"Vonis lebih ringan dari tuntutan, tapi kami sendiri dari sisi pengacara (vonis) tersebut masih terlalu tinggi dibandingkan apa yang dilakukan," ujarnya usai sidang kepada media.

Dia mengatakan kasus tindak pidana terorisme Wawan di Riau dan Jambi tak bisa dikaitkan dengan penyerangan di Rutan Mako Brimob yang disebut dipicu oleh Wawan dan kawan-kawannya. Diketahui, penyerangan di Kelapa Dua Depok pada bulan Mei lalu itu telah membuat lima anggota polisi dan satu narapidana teroris tewas.

Dia melanjutkan bahwa Wawan masih bisa disidik lagi untuk urusan Mako Brimob. Namun secara formal kata dia kejadian itu tak bisa dikaitkan.

"Itu urusan lain, bisa saja jika terlibat bisa disidik lagi. Tapi ini tidak bisa. Dan kami tidak berprasangka buruk terhadap majelis hakim. Secara formal kejadian mako brimob tidak dapat disangkut pautkan," imbuhnya.

Selain itu, Asludin juga menimbang vonis ini terlalu tinggi karena rekan-rekan Wawan yang lain mendapat ganjaran yang lebih ringan di kisaran 5 hingga 6 tahun penjara.

"Itu yang saya tidak tahu [apakah Wawan divonis lebih berat karena sebagai ketua]. Dari pertimbangan jaksa dan hakim memutus terlalu tinggi," pungkasnya.

Sebelumnya, jaksa penuntut menuntut Wawan dengan hukuman 13 tahun penjara. Namun akhirnya Wawan hanya dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Wawan diketahui merupakan pimpinan atau Amir dari Jamaah Anshar Daulah (JAD) Pekanbaru. Ia berperan memotivasi kelompoknya untuk menyerang kantor polisi.

Wawan bersama kelompoknya pernah mengikuti latihan fisik persiapan teror (i'dad) dan latihan menembak. Mereka berlatih di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau. Wawan juga merupakan napi teroris yang merusuh di Mako Brimob. Pada peristiwa kerusuhan Mako Brimob, Wawan disebut sebagai pemicu keributan sehingga mempengaruhi tahanan.

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
KPK Akan Periksa Direktur Lippo Cikarang
Garuda Jamin KSO tak Ganggu Operasional Sriwijaya Air
FJPI Riau Hadiri Sarasehan dan Kongres Jurnalis Perempuan Indonesia
Chevron Dukung Pelatihan Pengelolaan Sampah untuk Guru TK dan PAUD
Tragedi Semanggi, Keluarga Korban Tagih Janji Jokowi
Garuda Indonesia Ambil Alih Opresional Sriwijaya Group
Kurir Jaringan Sabu Eks Politikus NasDem Diburu BNN
Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Tualang Terendam Banjir
Raih Juara Terbaik Nasional, Syamsuar Kunjungi Puskesmas Sei Apit
KPK Minta Menag Tinjau Ulang Pengadaan Kartu Nikah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com