Jum'at, 22 Februari 2019
Follow:
Home
BI Setop Transaksi Jasa Pembayaran Asing di Indonesia
Kamis, 13/09/2018 - 20:21:29 WIB
 
 

JAKARTA- Bank Indonesia (BI) menyatakan telah menghentikan sistem transaksi pembayaran dari perusahaan pembayaran asing di toko (merchant) yang berlokasi di Indonesia.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan hal ini dikarenakan perusahaan asing tersebut belum juga melakukan kerja sama dengan perusahaan switching lokal sesuai dengan Peraturan BI (PBI) Nomor 20/VI/PBI/2018 tentang Penyelenggaran Uang Elektronik.

"Yang belum kerja sama (dengan switching lokal) itu sudah kami setop kegiatannya di merchant (toko) lokal," ujarnya di Kompleks Gedung BI, Kamis (13/9).

Sayang, Onny enggan merinci berapa banyak perusahaan pembayaran asing yang disetop kegiatannya. Namun, menurutnya, dengan penghentian ini, sudah ada perusahaan pembayaran asing yang kemudian berkomunikasi dengan BI untuk membahas ketentuan transaksi di Tanah Air.

"Kami minta ke mereka agar secepat-cepatnya segera bekerja sama (dengan switching lokal). Kalau bisa, tahun ini selesai agar turis (asal negara perusahaan asing itu) bisa tetap datang," katanya.

Kerja sama antara perusahaan pembayaran asing dengan switching lokal diharapkan bisa selesai tahun ini lantaran bank sentral nasional juga akan segera merilis standar transaksi pembayaran dengan fitur kode atau yang dikenal dengan istilah QR Code pada tahun ini juga.

Kendati begitu, Onny bilang, sebenarnya sudah ada satu perusahaan pembayaran asing yang akhirnya resmi bekerja sama dengan switching lokal. Namun, ia enggan menyebut nama perusahaan asing itu.

"Sudah ada yang kerja sama satu perusahaan, yang ada di Bali. Yang kerja sama ini sudah masuk ke GPN. Tinggal kami arahkan ke standar kami," terang dia.

Dengan telah bekerja sama, maka transaksi dari sistem perusahaan pembayaran asing itu akan terhubung dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Namun, ia memastikan perusahaan pembayaran asing tetap perlu mengikuti standar lain yang ditetapkan BI.

Standar tersebut, yaitu perusahaan pembayaran asing harus pula terhubung dengan perbankan lokal yang masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 atau bermodal inti lebih dari Rp30 triliun.

Lalu, transaksi pembayaran yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA) dengan sistem dari perusahaan pembayaran asing itu harus dikonversikan dari mata uang asing ke rupiah. Kemudian, ada ketentuan pembagian biaya atau fee yang harus dipenuhi, meski ia masih enggan merinci berapa fee tersebut. (*)

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Karhutla Makin Meluas, Pemrov Riau Minta Bantuan Pusat
Mursini Gantikan Aziz Zaenal Jadi Ketua DPW PPP Riau
Bersama IBI, Disdalduk KB Pekanbaru Wujudkan Program KKBP
Edarkan Narkoba di Tapung, Suami Istri Ditangkap Polisi
15 Ton Ganja Siap Panen di Aceh Besar Dimusnahkan BNN
Dirpamobvit Polda Banten Ikuti Pelatihan Auditor Obvitnas di Jakarta
Syamsuar, Bupati Berprestasi Dilantik Jokowi jadi Gubenur Riau
Hoaks Pilpres Dibuat untuk Pengaruhi Sikap Politik Masyarakat
Ria Ricis Youtuber Wanita Pertama Asia Tenggara Raih 10 Juta Subscribers
Sekitar 200 Keluarga Terjebak di Kawasan ISIS di Suriah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com