Sabtu, 23 Maret 2019
Follow:
Home
Media AS Sebut 4 Tersangka Hilangnya Wartawan Khashoggi di Konsulat Saudi
Rabu, 17/10/2018 - 14:16:56 WIB
  Publik menggelar aksi yang menyerukan pencarian wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang menghilang usai masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu (AFP)
 

ISTANBUL - Media ternama Amerika Serikat (AS), New York Times, menyebut empat tersangka terkait hilangnya wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi memiliki keterkaitan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Salah satunya disebut pernah menemani MBS dalam kunjungan ke luar negeri.

Seperti dilansir New York Times (NYT), Rabu (17/10/2018), salah satu tersangka yang diidentifikasi oleh otoritas Turki terkait hilangnya Khashoggi, diketahui pernah mendampingi MBS saat turun dari pesawat dalam kunjungan di Paris, Prancis juga di Madrid, Spanyol.

Sosok yang sama juga disebut terjepret kamera berdiri di dekat MBS saat berkunjung ke Houston, Boston dan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang semuanya ada di AS. Kunjungan itu dilakukan tahun ini dan foto-fotonya dilampirkan NYT dalam artikelnya.

Dilaporkan juga oleh NYT bahwa tiga tersangka lainnya disebut oleh sejumlah saksi mata dan catatan lainnya, terkait dengan pengawal keamanan MBS. Tersangka kelima yang diketahui berprofesi sebagai dokter forensik, disebut memegang jabatan senior dalam Kementerian Dalam Negeri Saudi dan departemen medis setempat. NYT melaporkan, tersangka kelima ini kemungkinan hanya bisa diarahkan oleh seorang pejabat level tinggi Saudi.

Jika, sama seperti disebutkan otoritas Turki sebelumnya, bahwa kelima sosok itu memang hadir di Konsulat Saudi di Istanbul saat Khashoggi menghilang pada 2 Oktober lalu, maka kehadiran mereka bisa menunjukkan keterkaitan langsung antara apa yang sebenarnya terjadi di Konsulat Saudi saat itu dengan MBS.

Otoritas Saudi dalam pernyataannya telah membantah terlibat dalam kasus hilangnya Khashoggi. Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangeran Abdel Aziz bin Saud bin Nayef, dalam pernyataan pada 13 Oktober lalu menyebut tuduhan semacam itu 'bohong dan tidak berdasar'.

NYT sendiri telah mengonfirmasi secara independen bahwa setidaknya sembilan dari 15 tersangka yang diidentifikasi otoritas Turki, diketahui bekerja untuk dinas keamanan Saudi, atau militer atau kementerian Saudi. Nama-nama 15 tersangka ini telah dirilis oleh media-media Turki.

Salah satu dari mereka, Maher Abdulaziz Mutreb, disebut sebagai diplomat yang pernah ditugaskan pada Kedutaan Besar Saudi di London, Inggris tahun 2007. Informasi ini didapat dari daftar tugas diplomatik Inggris. Sosok Mutreb juga diketahui kerap mendampingi MBS dalam kunjungan-kunjungannya. NYT menyebut ada kemungkinan dia menjadi pengawal MBS dalam kunjungan-kunjungan itu.

Dengan kasus Khashoggi menjadi perhatian internasional, otoritas Saudi terus didesak untuk memberikan penjelasan secara menyeluruh. Terutama setelah berbagai spekulasi banyak beredar, mulai dari soal penganiayaan, pembunuhan hingga mutilasi.

MBS dan ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, diketahui telah menyangkal mengetahui soal keberadaan Khashoggi. Namun otoritas Saudi belum menanggapi laporan terbaru NYT soal keterkaitan para tersangka dengan MBS.

Arab Saudi Ingin Interogasi Khashoggi Terkait Qatar

Dalam laporan terpisah, media ternama AS lainnya, CNN, mengulas soal misi menginterogasi dan menculik Khashoggi di Istanbul yang disusun oleh seorang pejabat tinggi dari General Intelligence Presidency, dinas intelijen utama Saudi. Informasi ini diungkapkan kepada CNN oleh tiga sumber yang memahami kasus hilangnya Khashoggi.

Menurut salah satu sumber, pejabat tinggi yang tidak disebut namanya itu dekat dengan 'inner circle' MBS. Tidak disebut lebih lanjut oleh sumber itu, soal apakah MBS mengetahui dan memberi izin untuk misi interogasi dan menculik Khashoggi itu.

Sumber kedua menyebut pejabat tinggi itu membentuk dan mengirimkan sendiri timnya untuk menginterogasi Khashoggi. Hal ini dilakukan, menurut sumber itu, karena mereka mencurigai Khashoggi memiliki hubungan dengan Qatar, musuh Saudi. Sejauh ini belum ada bukti yang mengaitkan Khashoggi dengan Qatar.

Satu sumber lainnya menuturkan kepada CNN bahwa sosok pejabat yang menyusun misi untuk Khashoggi itu tidak transparan dalam memberikan informasi kepada otoritas Saudi. Hal ini menjelaskan mengapa otoritas Saudi tidak memberikan informasi jelas selama beberapa hari.

Informasi-informasi yang disampaikan para sumber ini belum dikomentari oleh otoritas Saudi secara resmi.***/sumber: detik.com

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com