Senin, 16 Desember 2019
Follow:
Home
Jangan Ratapi Waktu Yang Telah Berlalu
Jumat, 19/10/2018 - 15:44:34 WIB
 
 

BANYAK manusia yang akibat masa lalunya demikian indah, memilih untuk memperlakukan keadaan dan kenyataan hari ini seperti hari kemaren, walau segalanya telah berbeda.

Betapa banyak orang yang dulu sempat kaya, kemudian sulit menemukan alasan untuk bangkit, dan justru dengan mudahnya menemukan berbagai alasan untuk tetap bertingkah seperti ketika masih kaya.

Akhirnya dia menjadi menderita, menjadi tertawaan orang dan bahkan dihinakan. Padahal jika dia sabar dan menerima segalanya dengan tawakal, Allah menjanjikan kebaikan untuk mereka.

Allah berfirman dalam surat Al’Ashr ayat 1-3 yang artinya: “1. Demi masa. 2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.”(103:1-3)

Ada juga yang dulu pernah muda dan cantik atau tampan, namun setelah usianya bertambah, justru memilih untuk tetap muda dengan melakukan perbuatan maksiat atas tubuhnya yang merupakan milik Allah.

Cara hidup seperti ini adalah cara tepat untuk hidup dalam kesedihan.
Ingatlah, waktu pasti berlalu dan pasti membawa begitu banyak perubahan.
Kita dapat memilih untuk hidup beriringan bersama perubahan tersebut, atau mengunci diri di masa lampau yang pastinya hanya akan membuahkan sifat ‘ aneh ‘ kedalam diri kita dan membawa kesia-siaan belaka.

Seperti dikatakan Allah dalam Surat Ali Imran ayat 139 yang artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (3:139).

Allah juga katakan dalam surat Al-Baqarah ayat 2 yang artinya: “…boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahuinya.” (2:216).

Artinya, terimalah segala apa yang datang pada diri sebagai bagian dari perjalanan hidup yang telah diatur Allah SWT dan bukan dengan m,enyesali atau menanagisinya. Tata kembali kehidupan, karena bisa jadi keadaan yang sekarang justru lebih baik daripada yang dahulu.

Misalnya, bisa saja saat seseorang itu berada pada puncak kesuksesan dan kekayaan, dia justru lupa dan alpa pada Akllah SWT, yang tentunya mendekatkan dirinya ke neraka. Justru ketika jatuh dan berada pada posisi di bawah, malah manusia tersebut menjadi orang yang bertaubat dan sangat dekat dengan Allah, yang akan membawanya ke jalan Sorga abadi. Artinya, segala sesuatu yang Allah berikan hendaklah dilihat hikmahnya semata.***/SS

 
Berita Terbaru >>
FPK Riau Hadirkan Parade Bhineka Tunggal Ika Hari Ini
Melihat Budaya Minum Teh di Berbagai Negara di Dunia
Masih 35 Tahun, Sanna Marin Sudah Jadi PM Finlandia
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka untuk Umum Mulai Hari Ini
Teknik Menggoreng Ikan Agar Tidak Meletup
Teknik Investigasi Ilmiah Mencari Pelaku Pembunuhan Hakim PN Medan
Inilah Doa Keteguhan Hati Agar Tetap Dalam Islam
Penyelundupan 1.182 Burung ke Jakarta Digagalkan Bea Cukai Lampung Selatan
Hati-Hati Jaga Anak Gadis, Mahasiswi UIN Ini Tewas Dibunuh Karena Hamil
Toni Ann Singh dari Jamaika Dinobatkan Sebagai Miss World 2019
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com