Rabu, 16 Januari 2019
Follow:
Home
Ada Tempat Wisata Bernuansa Eropa di Sawahlunto Sumatera Barat
Sabtu, 20/10/2018 - 19:00:33 WIB
 
 

SAWAHLUNTO - Di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat ada lokasi wisata dengan sensasi Eropa kecil di tengah perbukitan. Kota mungil ini memang sudah menjadi buah bibir berkat polesan cantik di kawasan Kota Tuanya.

Nuansa Eropa memang begitu kental terasa di kota ini. Kesan autentik milik kolonial Belanda masih membekas kuat dengan banyaknya bangunan tua bersejarah yang berdiri di sudut-sudut kota.

Galeri Tambang Batu Bara & Lubang Tambang Mbah Soero juga masuk dalam daftar teratas tempat wisata di Sawahlunto. Ini adalah salah satu lubang tambang yang bisa dimasuki pihak umum.

Di seberang Lubang Tambang Mbah Soero, terdapat Goedang Ransoem. Tempat ini disebut-sebut sebagai salah satu dapur tercanggih abad ke-20. Hal ini berdasarkan jumlah pasokan makanan yang mesti disiapkan. Makanan itu harus cukup untuk memberi asupan konsumsi bagi budak tambang yang kerap disebut orang rantai.

Satu lagi tempat yang wajib disinggahi adalah Museum Kereta Api Kota Sawahlunto. Lokasinya di area Stasiun Sawahlunto yang penuh dengan catatan historis. Di sini kita bisa menyaksikan berbagai peralatan teknis yang biasa digunakan dalam dunia perkeretaapian pada masa lampau.

"Selain itu ada beberapa bangunan bersejarah lainnya yang tak boleh luput dari kunjungan, seperti Rumah Pek Sin Kek, Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, Gereja Katolik Santa Barbara, Gedung Koperasi UPO dan Gedung Kantor Pusat UPO.

Sawahlunto merupakan daerah penghasil batu bara sejak zaman pendudukan Belanda. Namanya terangkat karena W H de Greve berhasil menemukan potensi batu bara kota di ini pada sekitar tahun 1867.

Daerah Tambang

Sejak saat itu Belanda memusatkan perhatian pada Sawahlunto dengan melakukan invasi pengerukan perut bumi guna mencari batu bara. Material logam ini menjadi pasokan energi utama bagi Belanda. Pembukaan lahan-lahan tambang dan perekrutan buruh tambang secara paksa pun menjadi bagian dari sejarah kelam Sawahlunto.

Sisa sejarah tersebut masih bisa ditemui melalui beberapa bangunan penting yang menjadi saksi bisu di masa lalu. Ini semua terus dikembangkan dan dipromosikan. Salah satunya lewat Sawahlunto International Musik Festival (SIMFes). Yang tahun ini dilaksanakan tanggal 19 hingga 22 Oktober.

Untuk datang ke Sawahlunto, dari Kota Padang, wisatawan bisa menyewa kendaraan bermotor ke Sawahlunto sekitar 3 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan pemandang menarik yakni melihat Kota Padang dari ketinggian.

Di Sawhlunto juga banyak penginapan serta hotel yang sebagian besar merupakan bangunan peninggalan Belanda. Setiap sudut Kota Sawahlunto akan membawa pengunjung serasa di Eropa. ***/CNNIndonesia






"

 
Berita Terbaru >>
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
Tim Penasehat Hukum Mentahkan Dakwaan JPU, Agus Salim Harus Bebas Demi Hukum
Piala Adipura ke 4, Hadiah Manis untuk Syamsuar Sebelum Dilantik Sebagai Riau I
Rumah Tenun Kampung Bandar, Penghasil Kain Tenun Riau Sejak 2012
Tak Jadi Besok, Seminar Bedah APBD Riau 2019 Diundur Tanggal 22 Januari
Bank Riau Kepri Lakukan Lelang Jabatan untuk Isi Posisi Strategis
PHW Kembangkan Wisata Jalan Kaki di Kampung Melayu Pekanbaru
KIM Bukti Timah Dumai olah Daun Singkong Jadi Dendeng
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com