Kamis, 21 Maret 2019
Follow:
Home
Sebelum Tewas, Khashoggi Sempat Kritik Putra Mahkota Arab Saudi
Sabtu, 20/10/2018 - 19:12:42 WIB
  Tempat dimana Khashoggi dinyatakan hilang
 

WASHINGTON - Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi mengkritik "pemerintahan otoriter" Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), sebelum dirinya tewas di gedung Konsulat Saudi di Turki. Kritikan itu disampaikan Khashoggi dalam wawancara off the record dengan seorang jurnalis Newsweek yang membuat tulisan mengenai kepemimpinan Saudi.

Newsweek memutuskan untuk merilis wawancara tersebut hari ini, setelah pemerintah Saudi mengakui bahwa Khashoggi yang hilang sejak 2 Oktober lalu, telah tewas dalam perkelahian di gedung Konsulat Saudi.

Kepada jurnalis Newsweek, Khashoggi mengatakan bahwa dia mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Dia juga mengatakan bahwa dirinya tidak memandang dirinya sebagai "oposisi", tapi hanya menginginkan "Arab Saudi yang lebih baik."

"Saya tidak menyerukan penggulingan rezim, karena saya tahu itu tidak mungkin dan terlalu berisiko, dan tidak ada satu orang pun untuk menggulingkan rezim," tutur Khashoggi dalam wawancara kepada Newsweek seperti dilansir AFP, Sabtu (20/10/2018).

"Saya cuma menyerukan reformasi rezim," imbuhnya seraya menyebut MBS sebagai "pemimpin suku yang kuno yang tidak terhubung dengan orang-orang miskin Saudi."

"Kadang-kadang saya merasa bahwa ... dia ingin menikmati buah modernitas Dunia Pertama dan Silicon Valley dan bioskop dan segalanya, tetapi pada saat yang sama dia juga ingin memerintah sebagaimana kakeknya memerintah Arab Saudi," kata Khashoggi kepada Newsweek.

Khashoggi juga mengkritik MBS yang menurutnya kekurangan penasihat yang benar. "Dia bergerak menuju Arab Saudi yang sesuai dengan dia, Arab Saudi menurut Mohammed bin Salman saja," ujar Khashoggi.

Khashoggi terakhir kali terlihat pada 2 Oktober lalu usai memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul. Pejabat-pejabat Turki menuduh Saudi telah membunuh dan memutilasi jasad jurnalis kawakan tersebut. Namun Saudi bersikeras membantahnya hingga akhirnya pada Sabtu (20/10) ini, pemerintah Saudi mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam perkelahian di gedung Konsulat.

Pengakuan ini disampaikan setelah dua pekan ini, pemerintah Saudi mengklaim Khashoggi telah pergi meninggalkan gedung Konsulat. Namun meski mengakui kematian Khashoggi, pemerintah Saudi tidak menyebutkan di mana jasad penulis kolom Washington Post, yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah Saudi itu.***/detik.com

 
Berita Terbaru >>
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com