Selasa, 13 November 2018
Follow:
Home
Sudah 185 Kantong Jenazah Korban Lion Air Diterima RS Polri
Rabu, 07/11/2018 - 11:38:31 WIB
 
 

JAKARTA - Hingga hari ini, Rabu (7/11/2018), Rumah Sakit Polri telah menerima 185 kantong jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP. 14 diantaranya sudah teridentifikasi.

"Semalam kita sudah terima 22 kantong jenazah, sehingga total sudah diterima 185 kantong jenazah," kata Wakil Kepala Operasi Tim DVI Polri Kombes Triawan Marsudi saat konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/11/2018).

Sementara itu, keluarga yang melaporkan berkas antemortem masih di angka sama yaitu 256 pelapor. Jumlah itu terdiri dari yang melapor ke RS Polri dan Polda Bangka Belitung.

"Data antemortem yang melapor 256, yang terdiri dari antemortem didapat di RS Polri sebanyak 213, data dari Polda Bangka Belitung 43 pelapor. Jumlah data antemortem yang sudah terverifikasi ada 189," jelasnya.

Triawan mengatakan untuk pendampingan piskologis sendiri, saat ini Psikolog Polri sudah mendampingi 164 orang. "Ada pendampingan psikologi sebanyak 164 orang," ucapnya.

Hingga hari ini terhitung sudah ada 44 jenazah korban Lion Air yang sudah teridentifikasi. 44 jenazah tersebut terdiri dari 33 laki-laki dan 11 perempuan.**/detik.com

 
Berita Terbaru >>
SKK Migas Raih Juara II Stan Terbaik Riau Expo 2018
Runway 2.600 Meter Bandara Internasional SSK Pekanbaru Diresmikan
Banjir Masih Jadi Ancaman di Beberapa Wilayah Riau
Inilah Kalimat Terakhir Khashoggi Sebelum Dibunuh di Konsulat Saudi
Peduli Bencana Sulteng, Pemkab Bengkalis Salurkan Bantuan Rp263 Juta
Dorong Pertumbuhan Wisata, Forwata Riau Eksplore Keindahan Rokan Hilir
Banjir dan Longsor di Pariaman, Dua Orang Tewas
Teuku Wisnu: Dari Glamour ke Zikir
Suap Meikarta, KPK Panggil Eks Presdir Lippo Cikarang
Diduga Tampil di Indonesia tak Sepenuh Hati, PSY Dituntut Rp.3,6 Miliar
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com