Sabtu, 23 Februari 2019
Follow:
Home
Inilah Kalimat Terakhir Khashoggi Sebelum Dibunuh di Konsulat Saudi
Senin, 12/11/2018 - 09:03:49 WIB
 
 

TURKI - "Saya sesak... singkirkan kantung ini dari kepala saya, saya klaustrofobik," inilah kalimat terakhir Jamal Khashoggi, seorang wartawan yang dibunuh di konsulat Arab Saudi, Turki.

Hal ini dikatakan Kepala wartawan investigasi pembunuhan Jamal Khashoggi di Daily Sabah kepada Aljazirah. Kalimat terakhir tersebut diketahui dari rekaman suara di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Menurut Kerman, Khashoggi meninggal kehabisan napas karena kepalanya dibekap kantung plastik. Pembunuhan kolumnis Washington Post itu, kata Kerman, hanya berlangsung tujuh menit. Hal ini disimpulkan dari rekaman suara.

Kerman mengatakan, sebelum tubuh Khashoggi dimutilasi, plastik dihamparkan di lantai Konsulat. Proses mutilasi kemudian berlangsung 15 menit dipimpin Salah al-Tubaigy, kepada Dewan Ilmu Forensik Saudi.

Pernyataan Kerman ini berbarengan dengan berakhirnya pencarian tubuh Khashoggi oleh polisi Turki. Namun, menurut sumber Aljazirah, investigasi pembunuhannya masih dilanjutkan.

Kerman mengatakan, Daily Sabah akan segera memuat foto-foto alat yang dibawa ke Turki dan digunakan dalam proses pembunuhan. Media tersebut juga akan memuat rekaman yang mendokumentasikan momen terakhir kehidupan Khashoggi.

Sementara pada Sabtu (10/11), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan rekaman suara terkait pembunuhan Khashoggi telah dibagikan juga kepada Arab Saudi, Amerika Serikat (AS), Jerman, Prancis, dan Inggris.

"Kami memberikan rekaman kepada mereka. Kami berikan kepada Arab Saudi, Amerika, Jerman, Prancis, Inggris, kepada semuanya," ujar Erdogan sebelum terbang ke Paris, Prancis, untuk menghadiri peringatan Perang Dunia I, Sabtu.

Di Paris, Erdogan sempat bertemu Presiden AS Donald Trump. Keduanya antara lain membahas Khashoggi. "Mereka (Pemerintah Saudi) juga mendengarkan percakapan tersebut dan mereka tahu. Tidak ada alasan untuk mengalihkan semua ini. Mereka tahu dengan pasti siapa di antara 15 orang itu yang menjadi pembunuh," kata Erdogan.**/ROL

 
Berita Terbaru >>
Tiga Negara Kuno Tempat Wisata Sejarah yang Menakjubkan
Banyak Makan Sayur dan Buah Juga Bagus untuk Kesehatan Mental
Puskesmas Limapuluh Wakili Riau Lomba Puskesmas Layak Anak Nasional
Jembatan Siak IV Minggu Depan Bisa Dilalui
Mau Rumah dan Umroh Gratis? Ayo Ikuti Jalan Sehat Forum Pemred Riau
Karhutla Makin Meluas, Pemrov Riau Minta Bantuan Pusat
Mursini Gantikan Aziz Zaenal Jadi Ketua DPW PPP Riau
Bersama IBI, Disdalduk KB Pekanbaru Wujudkan Program KKBP
Edarkan Narkoba di Tapung, Suami Istri Ditangkap Polisi
15 Ton Ganja Siap Panen di Aceh Besar Dimusnahkan BNN
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com