Senin, 17 Desember 2018
Follow:
Home
Rompi Kuning Rusuh Alasan Turis Batal ke Paris
Selasa, 04/12/2018 - 08:49:40 WIB
 
 

KLIKRIAU.COM- Aksi demo kenaikan harga yang berujung kerusuhan pada Sabtu (1/12) di Paris tercatat merugikan sejumlah hotel yang berada di kawasan Champs-Elysees sebesar US$ 11,4 juta (sekitar Rp163 miliar), seperti yang dikatakan perusahaan riset MKG.

Demonstran telah menyerukan bakal menggelar aksi serupa pada Sabtu (8/12). Jika benar terjadi, maka kerugian tersebut bakal terus bertambah.

MKG mengatakan pada hari Kamis (29/11) bahwa kerugian hotel sebagian besar berasal dari pembatalan pemesanan yang dilakukan tamu.

Selama lebih dari satu minggu, pengunjuk rasa rompi kuning telah memblokir jalan-jalan di Prancis dan menghalangi akses ke beberapa pusat pengisian bahan bakar, pusat perbelanjaan dan pabrik, sebagai protes terhadap kenaikan pajak bahan bakar yang disebut mengikis daya beli mereka.

"Gambar-gambar yang menunjukkan adegan kerusuhan di jalan paling indah di dunia dan disiarkan di seluruh dunia membuat banyak turis yang berencana datang ke Paris pada bulan Desember membatalkan perjalanan mereka," kata MKG.

"Sebagian besar hotel mencatat pembatalan untuk setidaknya satu hari pada bulan Desember, atau kekurangan pendapatan hingga 20 persen," tambahnya.

Sebagian besar pembatalan berupa pemesanan untuk akhir pekan dan pemesanan untuk libur Tahun Baru di Paris.

Secara terpisah, serikat GNI--yang mewakili industri hotel, kafe dan restoran, memperkirakan bahwa pendapatan sektor mereka turun 40-50 persen pada akhir pekan lalu, jika dibandingkan dengan pendapatan tahun ke tahun selama ini.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan pada awal pekan ini bahwa protes akan memiliki "dampak yang parah" terhadap ekonomi, meskipun terlalu dini untuk mengukur dampaknya.

MKG mengatakan sebelum kerusuhan Champs-Elysees, para pelaku bisnis perhotelan di kawasan Paris telah melihat tingkat hunian kembali naik dan bahkan melebihi tingkat kenaikan pada tahun 2014.

Jumlah turis menurun setelah serangan teroris di Prancis pada tahun 2015 dan 2016 yang menewaskan lebih dari 200 orang, namun sejak itu turis berbondong-bondong kembali.

Industri pariwisata Prancis membuka lapangan pekerjaan bagi 2 juta orang dan higga tahun 2020 pemerintah Prancis menargetkan kedatangan 100 juta turis mancanegara pada tahun 2020. (*)

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Kimchi, Makanan Korea yang Bermanfaat untuk Kesehatan
Dijanjikan Uang Rp150 Ribu, HS Rusak Baliho Demokrat di Pekanbaru
Jembatan di Rengat Mulai Ambruk, Jalan Lintas Timur Terancam Putus
Azharrudin: Memang Benar Tak Satu pun Visi Misi Gubri Terpilih Diakomodir di RAPBD
Pola Hidup Sehat Kunci Kesehatan Rasulullah SAW
Empat Kebiasaan Buruk Penghambat Rezeki
Tiga Tersangka Perusak Bendera Partai Ditahan di Polresta Pekanbaru
Jokowi: Basis Suara Saya di Riau Baru 42 Persen
Presiden Jokowi Bagikan 6 Ribu Sertifikat TORA Untuk Warga Riau
38 Wartawan di Riau Lulus UKW Angkatan XI
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com