Rabu, 19 Juni 2019
Follow:
Home
Terkait Kosmetik Ilegal Via Vallen dan Nella Kharisma Diperiksa Polisi
Selasa, 18/12/2018 - 14:38:27 WIB
 
 

KLIKRIAU.COM- Kepolisian Daerah Jawa Timur dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap empat artis yang diduga terkait kasus kosmetik ilegal bermerek Derma Skin Care (DSC). Dari empat orang itu, dua di antaranya sudah mengonfirmasi kehadirannya, yakni Nella Kharisma dan Via Vallen.

Pantauan di lokasi, terlihat baru pedangdut Nella Kharisma yang tiba di Mapolda Jatim pada Selasa (18/12) pukul 11.00 WIB.

Nella datang menggunakan mobil Innova warna abu-abu dengan Nopol AG 1733 LA dan didampingi pihak manajemen. Saat itu ia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru dengan celana jins warna biru. Tak banyak berkomentar, ia memilih langsung masuk ke dalam ruang penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Ya, saya siap-siap saja untuk diperiksa," ucap Nella singkat, kepada para pewarta. Sebelumnya, ia sempat mangkir untuk pemanggilan pemeriksaan pada Senin, (17/12).

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Rofik Ripto Himawan mengatakan Nella adalah salah satu dari empat artis yang masuk daftar pemanggilan pihaknya dalam kasus kosmetik ilegal. Namun, kata dia, baru Nella dan Via Vallen yang mengonfirmasi akan hadir. Keduanya diketahui sempat endorse produk kosmetik tersebut.

"Untuk Via Vallen rencananya datang tanggal 20 Desember 2018 ini, dan beberapa artis lainnya," katanya.

Sementara, dua artis lainnya akan diberikan surat panggilan kedua. Keterangan keempat selebritas itu dianggap penting sebagai bahan perbandingan.

"Karena nantinya akan kami compare dengan keterangan pelaku serta empat saksi dari artis [lain] tersebut," ucapnya.

Terkait Nella, lanjut Rofiq, setidaknya ada tiga hal yang menjadi substansi penting dalam pemeriksaan kali ini. Yakni, Prosedur Standar Operasi (SOP) terkait pariwara atau iklan, etika, dan legal formal.

"Betul saat ini Nella Karisma masih menjalani pemeriksaan didalam Subdit IV Tipiter Direskrimsus Polda Jatim terkait produks kosmetik ilegal," katanya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menambahkan bahwa pemeriksaan para artis ini adalah langkah lanjutan dari keterangan saksi ahli.

"Keterangan tersebut untuk tindak lanjut proses sesuai dengan petunjuk petunjuk daripada alat bukti khsusunya keterangan ahli. Statusnya kita membutuhkan keterangan dari para [artis yang mendapat] endorse ini," kata Yusep.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Lucky Hermawan mengimbau para artis yang mendapat endorse kosmetik ilegal untuk tidak takut hadir dalam pemeriksaan karena pihaknya akan mengutamakan asas praduga tak bersalah.

"Kami sampaikan kepada para rekan-rekan [artis] ini dan kami akan prioritas proses penanganan ini sampai dengan tuntas sampai dengan datang. Kalau memang panggilan pertama panggilan kedua tidak datang ya, [panggilan] ketiga kita sambil bawa [mereka] ke sini," tuturnya.

Sebelumnya Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan puluhan kosmetik ilegal yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Polisi lebih dulu menetapkan tersangka KIL yang merupakan warga Kediri yang merupakan penjual kosmetik ilegal tersebut sebagai tersangka.

Dalam aksinya, pelaku menggunakan jasa artis untuk mengendorse produk kosmetiknya. Ada enam artis yang menjadi endorse produk kosmetik ilegal ini antara lain VV, NR, MP, NK, DJB dan DK. Sebagian dari artis yang menjadi endorse ini adalah artis dangdut. (*)

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Kerjasama Indonesia-Korea Sektor LHK akan Libatkan Universitas Lancang Kuning
Ini Dia Para Jawara LKJ PWI Riau-KLHK dengan Total Hadiah Rp115 Juta
Sedang Transaksi, Polisi Ciduk Dua Pria Pengedar 1 Kg Sabu di Dumai
Manfaat Dibalik Pahitnya Daun Pepaya
Shakira, Kecantikan dan Keindahan Tubuh yang Tak Lekang
Pedoman Sederhana Mengetahui Hadits Shahih
Presiden Serahkan Penjaringan Calon Pimpinan KPK Kepada Pansel
Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis Tersandung Kasus Hukum
Dua Polisi Gadungan Perkosa Gadis di Depan Pacarnya, Terjadi di Rokan Hulu
Jabatan Maruf di BUMN Diyakini Bisa Mendiskualifikasi 01
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com