Rabu, 20 Maret 2019
Follow:
Home
Fosil Gading Stegodon Berusia 1,5 Juta Tahun Ditemukan di Majalengka
Jumat, 21/12/2018 - 15:51:45 WIB
 
 

BANDUNG - Sepasang fosil gading Stegodon trigonocephalus (gajah purba) berusia 1,5 juta tahun berhasil ditemukan Tim Laboratorum Paleontologi ITB di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Penemuan ini merupakan yang terbesar dan terlengkap. Fosil gading ini ditemukan pada bulan April tahun 2018 lalu oleh tim yang diketuai Jahdi Zaim.

"Ini adalah penemuan utuh dan sebesar ini di Jabar," kata Jahdi Zaim di Kampus ITB,  Bandung, Jumat (21/12/2018).

Awalnya tim mendapat informasi dari penduduk sekitar pertengahan Maret 2018 tentang penemuan fosil yang tersingkap di desa perbatasan Sumedang dan Majalengka. Berdasarkan laporan awal tersebut, Tim Laboratorium Paleontologi mengecek lapangan dan studi pendahuluan.

Dalam studi pendahuluan, tim berhasil melakukan ekskavasi awal dan mengidentifikasi bahwa fosil yang ditemukan adalah sepasang gading gajah. Ekskavasi kemudian dilanjutkan lagi pada April 2018.

Pada ekskavasi lanjutan itu tim menggali lubang uji sebesar 3,5 mete x 3,5 meter x 1,2 meter. Dari lubang uji tersebut, tim menemukan sepasang gading dari lapisan lempung hitam pada satuan batu pasir dari formasi citalang yang berumur Plestosen Awal (2,6-0,8 juta tahun lalu).

Penemuan fosil gading ini menjadi salah satu penemuan fosil gading Stegodon terbesar dan terlengkap di Jawa Barat. Untuk ukuran fosil gading yang ditemukan memiliki panjang lurus dari ujung gading ke ujung gading 3,30 meter. Sedangkan panjang lengkung 3,60 meter.

Bila dilihat dari besar ukuran gading, Stegodon ini berjenis kelamin jantan dengan tinggi tubuhnya kemungkinan lebih dari tiga meter. Ini termasuk gading Stegodon dewasa, bahkan sudah sangat tua.

Tim ITB masih merahasiakan lokasi penemuan fosil tersebut demi menjaga keberadaan fosil lain yang belum ditemukan. Karena diperkirakan di kawasan penemuan fosil masih terdapat fosil lainnya.

Anggota tim ahli lainnya, Mika R Puspaningrum menuturkan, spesies ini kemungkinan trigonochepalus yang ada di Jawa saat pulau Jawa ini baru menjadi daratan.

"Karena ditemukan di sedimen yang berupa lempung, kemungkinan Stegodon ini matinya karena terperosok," kata Mika.***/sumber: detik.com

 
Berita Terbaru >>
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
Dewan Rapat Tertutup dengan Perwakilan Guru Sertifikasi Pekanbaru
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com