Selasa, 22 Januari 2019
Follow:
Home
Fosil Gading Stegodon Berusia 1,5 Juta Tahun Ditemukan di Majalengka
Jumat, 21/12/2018 - 15:51:45 WIB
 
 

BANDUNG - Sepasang fosil gading Stegodon trigonocephalus (gajah purba) berusia 1,5 juta tahun berhasil ditemukan Tim Laboratorum Paleontologi ITB di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Penemuan ini merupakan yang terbesar dan terlengkap. Fosil gading ini ditemukan pada bulan April tahun 2018 lalu oleh tim yang diketuai Jahdi Zaim.

"Ini adalah penemuan utuh dan sebesar ini di Jabar," kata Jahdi Zaim di Kampus ITB,  Bandung, Jumat (21/12/2018).

Awalnya tim mendapat informasi dari penduduk sekitar pertengahan Maret 2018 tentang penemuan fosil yang tersingkap di desa perbatasan Sumedang dan Majalengka. Berdasarkan laporan awal tersebut, Tim Laboratorium Paleontologi mengecek lapangan dan studi pendahuluan.

Dalam studi pendahuluan, tim berhasil melakukan ekskavasi awal dan mengidentifikasi bahwa fosil yang ditemukan adalah sepasang gading gajah. Ekskavasi kemudian dilanjutkan lagi pada April 2018.

Pada ekskavasi lanjutan itu tim menggali lubang uji sebesar 3,5 mete x 3,5 meter x 1,2 meter. Dari lubang uji tersebut, tim menemukan sepasang gading dari lapisan lempung hitam pada satuan batu pasir dari formasi citalang yang berumur Plestosen Awal (2,6-0,8 juta tahun lalu).

Penemuan fosil gading ini menjadi salah satu penemuan fosil gading Stegodon terbesar dan terlengkap di Jawa Barat. Untuk ukuran fosil gading yang ditemukan memiliki panjang lurus dari ujung gading ke ujung gading 3,30 meter. Sedangkan panjang lengkung 3,60 meter.

Bila dilihat dari besar ukuran gading, Stegodon ini berjenis kelamin jantan dengan tinggi tubuhnya kemungkinan lebih dari tiga meter. Ini termasuk gading Stegodon dewasa, bahkan sudah sangat tua.

Tim ITB masih merahasiakan lokasi penemuan fosil tersebut demi menjaga keberadaan fosil lain yang belum ditemukan. Karena diperkirakan di kawasan penemuan fosil masih terdapat fosil lainnya.

Anggota tim ahli lainnya, Mika R Puspaningrum menuturkan, spesies ini kemungkinan trigonochepalus yang ada di Jawa saat pulau Jawa ini baru menjadi daratan.

"Karena ditemukan di sedimen yang berupa lempung, kemungkinan Stegodon ini matinya karena terperosok," kata Mika.***/sumber: detik.com

 
Berita Terbaru >>
Wajib Pajak Curang, Perbulan Pemko Pekanbaru Rugi Ratusan Juta
Tahun ini, DPKP Pekanbaru Rancang Panggilan Cepat Smart Rescue Madani
Mulai Sore Ini Supermoon Bisa Dilihat Diseluruh Indonesia
Semua Wilayah di Pedamaran Sudah Miliki Aliran Listrik
Perusahaan di Riau Diminta Bayarkan Gaji Sesuai UMP
Meranti Berpotensi Jadi Kota Jaringan Gas
Ghibah, Sikap Buruk yang Harus Dijauhi
Kisah Masyithah, Kisah Tentang Keteguhan Hati Perempuan
Tetap Awet Muda, Ini Rahasia Ira Koesno si Pemandu Debat Capres
Berbeda Pendapat Sebuah Kewajaran, Tapi Tetap Ada Adabnya
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com