Kamis, 27 Juni 2019
Follow:
Home
Keajaiban Air Zam-Zam Tergantung Niat Saat Meminumnya
Selasa, 25/12/2018 - 13:39:12 WIB
 
 

SUMUR Zam-Zam merupakan sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah, berjarak sekitar 11 meter dari Ka'bah. Mata air ini memiliki beberapa celah, di antaranya ada celah ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm, dengan tinggi 30 cm yang juga menghasilkan air sangat banyak. Beberapa celah mengarah kepada Shafa dan Marwa, serta ada yang mengarah ke arah pengeras suara dengan panjang 70 cm dan tinggi 30 cm.

Abu Bakar al-Humaidi berkata: “Aku pernah berada di majlis Abu Muhammad Sufyan bin Uyainah, lantas dia berbicara tentang Hadits ‘Air zam-zam itu (bergantung) untuk apa diminum. Tiba-tiba seorang lelaki berdiri, lalu berkata: "wahai Abu Muhammad, bukankah Hadits itu sahih, yang telah menjelaskan kepada kami tentang Air Zam-zam bahwasanya ia bergantung pada niat apa ia diminum? Abu Sufyan menjawab: ”Benar.” Lelaki itu berkata lagi: “Sesungguhnya sekarang aku minum satu ember Air Zam-zam, dengan catatan kamu mengajariku seratus Hadits.” Sufyan berkata: “Baiklah. Kamu duduk lagi.” Sufyan lantas mengajari lelaki itu seratus Hadits.

Jika lisan kita lemah dan kefasihan kita tidak membantu diri, maka itu kurang lebih serupa dengan seorang Arab Badui yang berdiri di samping Air Zam-zam dan mendapati beberapa orang sedang minum Air Zam-zam. Lantas orang-orang itu memohon dengan segala macam doa. Si Arab Badui pun mengangkat gelas yang berisi air Zam-zam ke mulutnya dan berkata:

“Ya Allah, sesungguhnya mereka memilihkan yang terbaik untuk diri mereka sendiri. Aku mohon engkau memilihkan untukku, Ya Allah.” Lantas si Arab Badui minum air Zam-zam."

Karena itu mereka yang merindu umroh, persiapkan segala sesuatu yang diinginkan, seperti niat, doa, permohonan yang akan kita ajukan kepada Allah saat meminum air Zam-zam. Karena sesungguhnya doa anda akan dikabulkan.

Hendaklah kita merasa bahwa diri kita adalah seorang hamba yang berjalan di hadapan Allah, ke sana ke mari berulang-ulang seraya menunjukkan keikhlasan kepada-Nya. Selain itu kita juga berharap agar Allah melihat perbuatan tersebut dengan tatapan kasih sayang. Lantas Allah akan menghimpun kita dengan anugerah kebaikan untuk selamanya setelah  mengalami kepayahan.

Ditempat ini kita merasa seolah-olah sedang mencari sesuatu di sana-sini. Ada keinginan yang lama dicari-cari, yang sangat bernilai untuk dimiliki, yaitu rahmat Allah.  Dengan begitu, semoga Allah mengrahmati dengan Rahmat-Nya yang luas, sebagaimana Allah melimpahkan Rahmat-Nya kepada Hajar dan Putranya. Maka, Allah melimpahkan kepada mereka air Zam-zam.

Allah juga mengabadikan sumur air Zam-zam yang selalu penuh dengan air hingga hari kiamat tiba yang kesemuanya berkat tawakal Nabi Ibrahim. Makna yang terkandung dalam peristiwa ini tidak lain agar menjadi buah renungan umat manusia. Dan mereka akan menguatkan rohani mereka tiap kali mereka menciduk air Zam-zam lantas meminumnya.

Belajarlah memiliki kebulatan tekad dan menghapus keputusaan. Sesungguhnya, Hajar telah berjalan ke sana ke mari tanpa berhenti hingga akhirnya wanita itu berhasil mewujudkan keinginannya dengan cara berjalan kesan kemari sebanyak tujuh kali. Semua itu dilakukan dengan kebulatan tekad yang kuat dan tak kenal putus asa untuk mewujudkan keinginannya.

Perjalanan itu lebih tepatnya disebut dengan perjalanan yang diwarnai dengan penderitaan dan angan-angan. Mungkin saja Hajar bisa melaporkan kesukarannya kepada Allah lantas berjalan satu kali atau dua kali.Inilah pelajaran besar tentang hakekat iman yang mendalam. Dalam keyakinan akan timbul bahwa rahmat Allah berada diatas keputusan. Adapun iman dan keputusan tidak bisa menyatu dalam jiwa orang mukmin. Sesungguhnya, jiwa orang mukin memiliki kekuatan diatas rata-rata.

Curahkan segenap faktor untuk mewujudkan keinginan lantas menggantungkan semua faktor itu keapda Allah. Sesungguhnya, Hajar berlari-lari mencarai air sehingga air itu kelaur di bawah telapak kaki Nabi Ismail. Air itu tidak berada ditempat dimana Hajar berlari kesana, tetapi di tempat lain di depan Ka’bah dan dibawah kaki seorang bayi. La haula wala quwata illa billah. 

Hal ini menegaskan bahwa memenuhi segenap faktor yang menunjang tercapainya keinginan adalah wajib, namun faktor itu tidak menjamin timbulnya kesuksesan. Namun, semua kehendak hanya milik Allah, yang menyuruh Jibril agar memukulkan sayapnya dibawah telapak kaki Nabi Iamail. Maka keluarlah air Zam-zam lantaran pukulan sayap Jibril dibawah telapak kaki Nabi Ismail. Pastikanlah peristiwa ini sebagai pelajaran.

Lalu lanjutkan perjalanan sa’i dibelakang sejumlah faktor yang menunjang tercapainya keinginan. Kemudian gantungkan faktor itu kepada Allah. Curahkan segenap kesungguhan, Niscaya Allah, Tuhan yang patut disembah, akan memberikan pertolongan.

Lalu mengerjakan Sa'i antara Safa dan Marwa, berlari kecil untuk menggapai ridha Allah, berjalan cepat untuk meraih pahala, berkerja keras untuk menghimpun amal kebajikan dan melebur amal kejahatan. Belajarlah untuk yakin kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya. Karena, sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah termasuk syiar Allah. Syiar disini adalah petunjuk dan pengingat. Karena, sesungguhnya shafa dan Marwa mengingatkan pokok utama tentang keyakinan kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya.

Sesungguhnya, Nabi Ibrahim, istrinya dan putranya tinggal di daerah tandus yang tidak ada tanaman dan air. Itu karena Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah dan yakin dengan perintah itu tanpa menanyakan sebabnya sama sekali. Sang istri, Hajar, menaati perintah itu seraya berkata penuh keyakinan: “Allah telah menyuruhmu seperti itu?! Jika begitu, Allah tak akan menyia-nyiakan kita.”

Maka, nikmat paling besar yang membantu suaminya untuk taat kepada Allah adalah ketika wanita itu berkata, “Pergilah untuk melaksanakan perintah Allah yang diturunkan kepadamu.” Allah yang sangat mencintai mereka berdua lantaran keputusan yang dibuat. Allah mengabadikan kenangan tentang Nabi Ibrahim meskipun waktu terus berjalan, agar kita mengikuti jejak langkahnya dan belajar darinya. Karena itu, Allah menjadikan Shafa dan Marwa termasuk rukun haji dan umroh yang selamanya menjadi simbol dari makna tersebut.***/zie



 
Berita Terbaru >>
Ragam Kegiatan Warnai Sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru Ke- 235
Seorang Kakek di Kuansing Nyaris Tewas Diterkaman Buaya
Satgas Karhutla Mulai Antisipasi Kemunculan Hotspot di Riau
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com