Jum'at, 22 Maret 2019
Follow:
Home
Jauhi Ghibah, Karena Terlarang Dalam Agama Islam
Kamis, 27/12/2018 - 18:24:40 WIB
 
 

GHIBAH atau menggunjing keburukan orang lain menjadi hal terlarang dalam agama. tetapi hampir setiap hari, setiap saat, dilakukan manusia. Ghibah sudah menjadi penyakit dan susah disembuhkan. Dilakukan oleh pria atau wanita, bahkan remaja dan kanak-kanak.

Firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa.  Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang lain,  dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing satu sama lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.  Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tubat lagi Maha Penyayang.” (QS.49-Al-Hujurat:12).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

Tetapi selalu saja terjadi ghibah meski sejelas itu dikatakan Allah dan Rasul-Nya, tentang keburukan sifat tersebut. Lalu sebenarnya, apa pemicu ghibah? Ada 10 hal yang disebutkan mampu memicu hal ini, yaitu:

1. Kemarahan. Amarah terhadap seseorang mendorong pelaku membeberkan aib yang bersangkutan. Terlebih jika ruh keagamaan hilang dari mereka yang tengah dirundung amarah. Amarah itu menjelma menjadi dendam kesumat, selamanya akan mengingat dan menyebutkan keburukan seseorang.

2. Solidaritas yang salah tempat. Berkumpul yang mungkin tujuan awalnya baik, ternyata di tengah-tengah perbincangan pelaku ghibah mengawali melontarkan isu, gosip dan kabar burung tentang seseorang. Kerap kali, dalam kondisi demikian, kita menyadari larangan berghibah, akan tetapi karena menjaga perasaan dan solidaritas salah tempat tadi, akhirnya kita turut menjerumuskan diri.

3. Mendegradasi kredibilitas seseorang. Ini bisa jadi muncul karena faktor persaingan tak sehat, atau untuk tujuan mereduksi kredibilitas seseorang dalam hal persaksian. Pelaku dalam kondisi semacam ini, melakukan ‘serangan’ lebih awal untuk menjatuhkan ‘lawannya’ itu di depan publik.

4. Cuci tangan atas perbuatan yang sama-sama pernah dilakukan dengan si obyek ghibah. Ia ingin mencitrakan seolah-olah bersih dan sepenuhnya tak terlibat, padahal fakta tidak demikian. Pelaku ghibah akan menguak aib yang sebenarnya, ia juga melakukannya.

5. Kinginan mengangkat status pelaku dan menjatuhkan martabat si obyek dengan merendahkan dan atau menyebarkan kekurangan intelektualitasnya kepada orang lain. Seperti tudingan bahwa seseorang itu bodoh, tak pandai bicara, dan minim wawasan.

6. Dengki dan tak ingin seseorang mendapat nikmat. Jika publik memuji ‘lawannya’, kedengkian akan membakar hatinya dan menggerakkannya melakukan ghibah. Ia akan membuka aib orang tersebut di depan khalayak. Harapannya, rangkaian pujian demi pujian yang selama ini tertuju pada si obyek akan terhenti.  

7. Kekurangan dan aib seseorang sebagai bahan candaan. Sadar atau tidak, candaan tak pantas kita terhadap seseorang di belakangnya, bermuatan ghibah, meski sekadar ingin mencairkan suasan, memancing gelak tawa.

8. Keinginan merendahkan dan menghina seseorang.

9.Memuji yang ghibah. Sangatlah tipis dan halus muatannya. Ini terkadang terjadi di kalangan orang-orang terdidik. Seperti perkataan, ”kasihan dia, saya ikut prihatin.” Disambung dengan kalimat yang merendahkan objek.

10. Kemurkaan karena Allah SWT. Ini kerap menghinggapi mereka yang terdidik dan kalangan khusus seperti ulama. Seseorang bisa saja marah, karena seseorang bermaksiat, melanggar larangan-larangan-Nya, namun, secara spontan ia justru membuka aib orang tersebut di hadapan orang lain. **/SS

 
Berita Terbaru >>
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com