Senin, 25 Maret 2019
Follow:
Home
Darmin Dorong Bulog Operasi Pasar Hingga 15 Ribu Ton per Hari
Jumat, 28/12/2018 - 12:41:24 WIB
 
 

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebenarnya bisa meningkatkan volume operasi pasar beras saat ini dari 2-3 ribu ton per hari menjadi 5-15 ribu ton per hari. Angka proyeksi ini didapatnya ketika menggelar rapat koordinasi dengan Bulog.

Dalam rapat tersebut diketahui pasokan beras di gudang Bulog masih cukup tinggi, meski sudah mendekati akhir tahun. "Stok Bulog sangat banyak, tidak ada masalah, mungkin sudah dekati 3 juta ton. Jadi kalau cuma operasi 6 ribu, 10 ribu, 15 ribu ton per hari itu bisa, tidak masalah," ujar Darmin di kantornya, Kamis (27/12).

Menurutnya, bila volume operasi pasar Bulog bisa meningkat hingga kisaran itu, maka masalah kenaikan harga beras seharusnya bisa diatasi. Bersamaan dengan itu, permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar harga beras kembali rendah juga terwujud.

"Sebenarnya tergantung jaringan yang dia punya juga, tapi kalau bisa naik misal 4-5 ribu ton per hari mestinya bisa mendorong harga turun. Makanya silakan dilakukanlah operasi pasar, nanti saya cek lagi," imbuhnya.

Selain meningkatkan volume operasi pasar, Darmin mengatakan pemerintah turut melihat aspek lain yang mempengaruhi kenaikan harga beras. Misalnya, preverensi minat masyarakat hingga margin keuntungan yang diambil pedagang.

Untuk soal minat masyarakat, Darmin bilang dugaan ini muncul karena terkadang masyarakat cenderung membeli beras dengan merek tertentu. Hal ini membuat penetrasi beras keluaran Bulog kadang lebih minim.

Sayangnya, belum ada data valid yang membuktikan hal ini karena pencatatan kenaikan harga beras di Badan Pusat Statistik (BPS) tidak merinci. BPS hanya menyampaikan perkembangan harga beras berdasarkan golongan kualitas beras, seperti kualitas rendah, medium, dan premium.

"Naiknya hanya nol koma, itu tidak mudah dijelaskan. Persisnya yang mana, kami juga tidak tahu, apakah yang Maknyus (merek beras) Maknyus, yang mana, tidak mengerti saya," imbuhnya.

Kendati begitu, Darmin membantah bila kualitas beras Bulog lebih minim ketimbang merek lain. Justru, katanya, jenis beras medium yang dijual Bulog merupakan beras premium karena hasil impor.

"Tapi memang kalau operasi pasar, Bulog utamakan pengadaan beras dalam negeri. Kenapa? Karena biasanya lebih tahan lama beras impor karena kualitasnya lebih bagus," terangnya.

Sementara terkait margin keuntungan yang diambil pedagang, Darmin bilang memang kalangan pengusaha cenderung meningkatkan harga jual berasnya akhir-akhir ini. Hal tersebut membuat beras Bulog tidak banyak dijual di pasaran karena margin yang bisa diambil pedagang minim.

"Jangan dikira mereka mau untung kecil, Rp300 per kg itu tidak mau dia, tidak dijual itu beras Bulog. Dia mau untungnya itu minimal Rp500-1.000 per kg," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Bulog meningkatkan volume operasi pasar guna menekan harga beras yang kembali melambung dalam beberapa waktu terakhir. Meski, kenaikan harga beras masih terbilang minim sekitar 0,45 persen untuk beras medium dan 0,04 persen untuk beras premium.

Sementara berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga beras medium di tingkat nasuional sebesar Rp11.900 per kg. Harga tersebut meningkat tipis dari bulan sebelumnya di kisaran Rp11.850 per kg. Sedangkan harga beras premium sekitar Rp12.800-13.600 per kg.(*)

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com