Selasa, 25 Juni 2019
Follow:
Home
Erupsi Krakatau, AS-Kanada Imbau Warga Jauhi Selat Sunda
Jumat, 28/12/2018 - 12:55:48 WIB
 
 

JAKARTA- Amerika Serikat dan Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya agar tidak mendekati pantai di sekitar Selat Sunda karena berpotensi tsunami menyusul status Gunung Anak Krakatau yang naik menjadi siaga pada Kamis (27/12).

"Karena peningkatan aktivitas seismik Gunung Anak Krakatau, otoritas lokal menaikkan tingkat risiko menjadi 3 dari 4. Hindari Selat Sunda di antara Pulau Jawa dan Sumatera," demikian pernyataan pemerintah Kanada melalui Twitter.

Lebih lanjut, melalui pernyataan di situs resmi pemerintahan, Kanada juga mengimbau, "Jika Anda berada di daerah yang terdampak bencana, mohon ikuti instruksi dari otoritas setempat, mematuhi perintah evakuasi yang berlaku, dan terus memantau media lokal untuk mendapatkan informasi terkini."

Peringatan itu dikeluarkan empat hari setelah tsunami menerjang pesisir pantai Serang, Banten, dan Lampung pada Sabtu (22/12) lalu hingga menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai ribuan lainnya.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Jakarta mengimbau seluruh warganya yang tengah atau hendak melakukan perjalanan ke Indonesia untuk menghindari daerah yang telah dan berpotensi terdampak tsunami.

Washington juga mengimbau warganya untuk terus mengikuti perkembangan terbaru mengenai situasi dan kondisi terkini wilayah-wilayah rawan bencana dari otoritas Indonesia.

"Potensi hujan deras dan ombak besar membuat Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika Indonesia menginstruksikan agar orang menjaga jarak sekitar 500 meter dari pesisir di sepanjang Selat Sunda. Perhatikan berita setempat dan turuti instruksi otoritas lokal," demikian pernyataan pemerintah AS melalui Twitter.

Selain korban tewas, bencana tsunami Selat Sunda menyebabkan setidaknya 20 ribu warga mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan jumlah korban tewas dan luka, serta kerusakan material bisa bertambah.

Sejumlah kepala negara seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, PM Australia Scott Morrison mengucapkan duka cita kepada Presiden Joko Widodo terkait bencana tersebut.

Beberapa negara lainnya seperti China, Singapura, Malaysia, hingga Israel juga telah mengucapkan simpati serupa.

Selain ucapan, sejumlah negara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Uni Eropa juga berjanji akan segera menyalurkan bantuan kemanusiaan jika pemerintah Indonesia membutuhkan.

Palang Merah Singapura juga dikabarkan telah menggalang dana sebesar Rp849 juta untuk membantu korban tsunami Selat Sunda. (*)

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
Hilang di Sungai Lakar Siak, Mayat Wartoyo Ditemukan Dalam Perut Buaya
Sejoli Pemilik Satu Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Ditangkap BNN di Rumbai Pekanbaru
Diusir Dari Kebun Warga di Inhu, Empat Gajah Liar Mulai Dekati Tesso Nilo
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com