Sabtu, 24 08 2019
Follow:
Home
Saiman Pakpahan: Wakil Rakyat Riau Hanya Grup 'Paduan' Suara
Selasa, 22/01/2019 - 19:26:17 WIB
 
 

PEKANBARU - Seminar Bedah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2019 yang ditaja ISEI Cabang Pekanbaru Koordinator Provinsi Riau hari ini, Selasa (22/1/2019), berjalan tak berimbang, bak bertepuk sebelah tangan. Keadaan ini membuat yang hadir sebagian besar 'mengadili' anggota DPRD Riau, sebagai pihak yang tak berani bertanggungjawab.

Pasalnya, tidak satu pun dari 65 orang anggota DPRD Riau yang diundang panitia hadir pada acara ini. Bahkan Ketua DPRD Riau yang juga diminta sebagai salah satu pembicara, juga tidak hadir. Sementara yang dibedah dalam seminar ini sebagian besar visi misi tim transisi yang tidak diakomodir dalam APBD Riau 2019.

"Kami mengundang 65 orang anggota DPRD Riau, ini ada buktinya," kata Ketua ISEI Pekanbaru, Zulkarnain, sambil memperlihatkan foto bukti anggotanya mengantarkan undangan tersebut ke DPRD Riau.

Sebelumnya, Seminar Bedah APBD Provinsi 2019 bertemakan "APBD Untuk Sejahterakan Masyarakat Riau" ini berawal dari diskusi panas di media sosial, khususnya WAG, tentang tidak diakomodirnya visi misi Gubernur Riau terpilih dalam APBD Riau 2019. Masalah ini terus bergulir, berhari-hari, tapi tidak menjumpai titik temu. Masing-masing pihak, Pemrov Riau, DPRD Riau dan Tim Transisi Gubernur Terpilih, merasa mereka paling benar.

Menurut Pemerintah Provinsi Riau diwakili Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, timnya telah mengusulkan visi misi Gubri terpilih, bahkan juga melalui surat resmi, agar dibahas di RAPBD Riau 2019, yang sedang digodok Banggar DPRD Riau kala itu.

Sementara DPRD Riau melalui Wakil Ketuanya, Noviwaldy Jusman mengatakan, Pemrov Riau tidak memasukan visi misi Gubri terpilih ke dalam RAPBD Riau 2019. Tim Gubri terpilih sendiri tentu mengatakan, jika dilantik, Gubri 2019-2024 tidak bisa segera mewujudkan janji politiknya, karena tidak diakomodir dalam APBD Riau 2019.

Melihat kondisi ini ISEI Cabang Pekanbaru Koordinator Provinsi Riau merasa terpanggil mencari titik temu dengan mengadakan Seminar sehari untuk mencermati dan melihat program-program apa saja di APBD Riau 2019 yang telah dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat Riau.

"Kita ingin melihat, mendengar, apakah program-program Gubenur Riau Terpilih dapat dijalankan di tahun 2019 ini, seminar ini akan menjawabnya karena kita menghadirkan narasumber lengkap," ujar Sekretaris ISEI Cabang Pekanbaru Koordinator Provinsi Riau, Herman Boedoyo.

Paduan Suara
Melihat kondisi ini, salah seorang Pengamat Politik Riau, Saiman Pakpahan mengatakan, DPRD Riau telah berobah menjadi sebuah grup paduan suara saja, serentak dan secara bersama-sama bisa satu suara untuk tidak hadir dan menjadi pembicara dalam seminar ini, yang membahas tentang kesejahteraan rakyat, padahal mereka adalah wakil rakyat.

Menurut Saiman, seminar ini tak berimbang karena stake holder yang punya tupoksi menjelaskan ke publik bagaimana APBD Riau 2019 diproses, dibangun dan disepakati yaitu satu kekuatan politik di lembaga legislatif, yakni DPRD Riau, tidak hadir.

"Padahal seminar ini berawal dari adu opini, adu data, antara Tim Transisi dan DPRD Riau yang diwakili Noviwaldy Jusman tentang hilangnya visi misi Gubernur Riau terpilih. Timbul dugaan dalam diskusi tersebut bahwa APBD Riau disusun berdasarkan kepentingan politik mereka," kata Saiman.

Menurut Saiman, ketidak hadiran anggota DPRD Riau, baik sebagai undangan maupun sebagai narasumber menjadi pembenaran bahwa visi misi Gubernur Riau terpilih hilang di APBD Riau 2019 memang karena ada kepentingan politik kelompok, dalam hal ini anggota DPRD Riau.

"Seminar ini harusnya menjadi tempat untuk melakukan klairifikasi, untuk menyanggah dugaan itu oleh anggota DPRD bahwa hal tersebut tidak benar. Tetapi dengan ketidakhadiran mereka tentu masyarakat akan sangat bebas menterjemahkan mengapa mereka tidak hadir. Dalam arti kata, dugaan kepetingan politik mereka menjadi benar," kata Saiman.

Molor
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Riau, Npviwaldy Jusman ketika dikonfirmasi soal ini mengatakan jika pihaknya sudah menyediakan waktu pada tanggal 15 Januari 2019, sesuai dengan surat permintaan narasumber dari ISEI dan disposisi dari Ketua DPRD untuk dirinya.

"Bahkan saya sampai membatalkan pergi ke luar negeri karena saya menunggu acara ini terlaksana," kata Noviwaldy.

Tapi kata Dedet, panggilan akrab Noviwaldy Jusman, Last Minute panitia membatalkan acara dengan alasan Gubri terpilih ada kegiatan pada tanggal 15 tersebut, ada Menteri yang datang ke Riau.

"Saya kecewa, kemudian mereka minta tanggal 22 januari, saya katakan ke Ketua DPRD bahwa tanggal segitu tidak bisa karena acara saya sudah terprogram sebulan sebelumnya," lanjut Dedet.

Menurut Dedet, pihaknya tidak ada memotong apalagi menolak visi misi Gubernur Riau terpilih. Apa yang dibahas dan disetujui DPRD berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) dari Pemrov Riau.***/nai









 

.


 
Berita Terbaru >>
NKRI Bersyariah Rahmatan Lil Alamin

Mahasiswa Psikologi UIR Praktek Lapangan di IIUM Selangor
Cucu Sumantri Apresiasi Dukungan Pemkab Rohil
'Air Janggi - Meniti Langkah' Ceritakan Rusaknya Lingkungan Sungai di Riau
Bupati Inhu Harap Wartawan Terus Tingkatkan Kompetensi
Pemko Pekanbaru Sabet Predikat KLA Kategori Nindya
Sukiman: ISQ Syekh Ibrahim Pabrik Akhlak Islami
Disnakbun Rohul Imbau Masyarakat Asuransikan Hewan Ternak
DKP Siak Gelar Lomba Pangan Lokal dan Cipta Menu
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com