Kamis, 21 Maret 2019
Follow:
Home
Bertuah Akshara Symphony, Langkah Kecil Menuju Perjalanan Besar
Rabu, 06/03/2019 - 15:32:12 WIB
 
 

PEKANBARU - Bertuah Akshara Symphony (BAS), dibawah asuhan Rahma Dul Wahid yang lebih populer dipanggil Amek, bernaung dibawah Indonesia Marching Arts Association (IMAA), dan berada dibawah binaan Dispora Provinsi Riau, terus mengayunkan langkah demi langkah untuk berkreatifitas.

BAS, adalah suatu nama group yang didalamnya tersirat suatu makna, yaitu 'Anak-Anak Muda Bumi Bertuah Yang Tidak Akan Pernah Padam Maupun Sirna Dalam Berkreatifitas', dalam hal ini adalah kreatifitas di bidang seni. Memanfaatkan peluang demi peluang dan rahasia demi rahasia pembelajaran tentang kehidupan yang terbentang di Bumi Lancang Kuning ini.

Barang-barang bekas seperti botol kaca, galon air, periuk, wajan, teflon, ember cat, sendok, drum, plat seng dan barang bekas lainnya, dirangkai menjadi suatu kumpulan alat musik.

"Berhenti untuk mengeluh, diam, buktikan dan teruslah berbuat yang terbaik, yakini bahwa, pasti ada jalan terbaik dan pasti akan ada yang memperhatikan ataupun melihat di setiap kreatifitas yang baik tersebut, itulah filosofi yang dianut dan diyakini oleh para mahasiswa-mahasisi dan siswa-siswi yang tergabung di dalam BAS," tutur Amek.

Menurut Amek, sesuatu yang tidak diduga terjadi. Pada penampilan di sebuah hotel di Pekanbaru yang ikut disaksikan Danlanud Roesmin Nurjadin, Kadispora Provinsi Riau, Presiden organisasi marching band di Asia (AMBC), dari Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia (PB PDBI) dan sejumlah pelatih drum band/marching band, BAS mendapat sebuah kejutan. BAS dapat perhatian dari Kadispora Provinsi Riau, Doni Aprialdi.

"Kami diberikan kesempatan untuk beraudiensi di Kantor Dispora Provinsi Riau, BAS dihadiahi peluang-peluang dan kail agar dapat terus bertumbuh kembang," tambah Amek.

Dengan senyumnya yang khas, Amek memberikan alamat email imaa.address@gmail.com kepada klikriau.com, bagi yang ingin memberikan donasi ataupun mengundang BAS untuk tampil.

Selain Amek, ada beberapa orang yang ikut andil yakni, Stede Jalingga, Pandu Pranata, Agus Rianto dan Husna Permata Sari. Diantara mereka, Amek yang diberi kepercayaan berbagi fungsi, yaitu mengurus IMAA dan mengasuh BAS. Sedangkan empat orang lainnya lebih banyak fokus di IMAA.

Mereka berlima adalah mantan pemain marching band, diantaranya ada yang telah berprofesi sebagai pelatih, dan beberapa orang diantara mereka telah memiliki sertifikat baik sebagai pelatih maupun juri dari Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI)”.

Menurut Amek, proyeksi BAS adalah menjadi satuan unit dengan ukuran menengah dari jumlah pemain dan biaya peralatan, dengan keunikannya yang akan terdiri dari gabungan tiga unsur alat musik, yaitu alat musik marching band, alat musik tradisional dan alat musik dari barang bekas.

"BAS dapat memanfaatkan peluang-peluang, baik penampilan dalam bentuk marching band maupun konser. IMAA tidak melakukan sesuatu yang berbeda, tetapi hanya melakukan dengan cara berbeda. Riau khususnya dan Indonesia secara keseluruhan, kaya dengan seni dan budaya serta kreatifitas, unik dan fenomenal. Mengapa kita tidak bermigrasi," ujar Amek.
 
Artinya, BAS tampil dengan karakteristik Indonesia yang unik dan kaya dengan aneka ragam seni budaya. Hal ini sekaligus memupus dan menjawab, bahwa tidak selamanya pameo bahwa drum band maupun marching band itu berbiaya mahal.

Dalam dua minggu ke depan, kata Amek, BAS akan memenuhi undangan tampil di Lapangan Wirabraja dan Jam Gadang di Kota Bukittinggi.

"Semoga kedepannya BAS memiliki kesempatan untuk tampil di halaman Kantor Gubernur Riau, Kantor Walikota Pekanbaru, Polda Riau, Lanud Roesmin Nurjadin maupun tempat-tempat lainnya”, tutup Chief of IMAA Governing Board, IF Setya Putra.***/ril

 
Berita Terbaru >>
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com