Kamis, 18 Juli 2019
Follow:
Home
Direktur Teknologi Krakatau Steel Ditahan KPK
Sabtu, 23/03/2019 - 23:33:12 WIB
 
 

JAKARTA - Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro (WNU), resmi ditahan KPK. Selain itu, KPK juga menahan dua orang tersangka lain yakni Kenneth Sutardja dan Alexander Muskitta.

Wisnu keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (23/3/2019) pukul 22.55 WIB. Wisnu mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.

Wisnu keluar tanpa memberi penjelasan sedikitpun terkait kasus suap pengadaan barang dan jasa. Terlihat mobil panther warna hitam bernomor polisi B 1236 SQO.

Sebelumnya Alexander Muskitta selaku perantara kasus suap terlebih dahulu keluar pada pukul 21.30 WIB. Disusul oleh Kenneth Sutardja yang keluar pada pukul 22.30 WIB.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati mengatakan Wisnu dan Alexander akan ditahan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih. Sedangkan Kenneth ditahan di rutan yang berbeda.

"WNU dan AMU ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih. KSU ditahan di Rumah Tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," ujar Yuyuk.

Kuncoro ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kraktau Steel. KPK menduga Kuncoro menggunakan perantara bernama Alexander Muskitta untuk menerima suap.

Ada dua pihak yang ditengarai menjadi penyuap Kuncoro yakni Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro. Keduanya disebut KPK menjanjikan fee 10 persen kepada Kuncoro dari dua proyek dengan nilai masing-masing Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar.

Kuncoro dan Alexander selaku pihak penerima dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi Kenneth dan Kurniawan disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ***/detik.com

 
Berita Terbaru >>
Penganiaya Balita yang Makamnya Dibongkar untuk Autopsi Ternyata Ibu Kandung
ASITA Riau Tolak Program Umroh Digital
FW-KLA Diharap Mampu Bersinergi dengan Pemerintah
UNRI Buka Pendaftaran Jalur Mandiri dan Bina Lingkungan
Sanggar Selembayung Mengarak Teater Lewat 'Padang Perburuan'
Woww, Suhu Kota Bandung Capai 13 Derajat Celcius
Sebabkan Karhutla, Pria di Rawa Sekip Inhu Diamankan Polisi
Bupati Siak Buka Pelaksanaan Ibadah Suluk di Dayun
Gubri Buka Festival Gasing Internasional di Siak
Ke Istana, Baiq Nuril Serahkan Surat Permohonan Amnesti
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com