Kamis, 17 Oktober 2019
Follow:
Home
Hilang di Sungai Lakar Siak, Mayat Wartoyo Ditemukan Dalam Perut Buaya
Kamis, 20/06/2019 - 15:59:28 WIB
 
 

SIAK - Wartoyo alias Keling yang hilang di kanal yang terhubung ke Sungai Lakar, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, sejak Magrib Selasa 18 Juni 2019, serpihan tubuhnya ditemukan dalam perut buaya.

Awalnya beberapa potongan tubuh korban ditemukan di pinggir kanal. Beberapa bagian sudah hancur karena terkaman buaya yang mendiami kanal tersebut.

Akhirnya masyarakat menangkap buaya pemangsa korban. Satwa dari zaman purbakala itu terpaksa diakhiri hidupnya karena masyarakat menduga sisa tubuh korban berada di perutnya.

"Benar, dalam perut buaya tersebut masih ada (tubuh korban), sudah hancur," kata Camat Sungai Apit Wahyudi kepada wartawan, Rabu malam, 19 Juni 2019.

Wahyudi menjelaskan, pencarian korban sudah dilakukan sejak Selasa malam ketika masyarakat menerima laporan. Pencarian dilanjutkan pada Rabu pagi dan akhirnya bagian tubuh korban ditemukan.

Menurut Wahyudi, lokasi penemuan tubuh korban tak jauh dari tempat hilangnya. Begitu ditemukan, masyarakat juga melihat buaya di dekat tubuh korban dan bersama-sama menangkapnya.

"Pencarian ini juga melibatkan pawang buaya dari Lubuk Mudo, Sungai Pakning. Penemuannya menjelang Magrib," kata Wahyudi.

Kanal-kanal di Sungai Lanus ini memang dihuni banyak buaya. Meski demikian, bisa dibilang jarang terjadi konflik antara manusia dengan buaya di daerah itu, apalagi berujung maut.

Menurut Wahyudi, kejadian ini bisa dipicu banyaknya pendatang baru di Teluk Lanus. Bisa jadi, ada pantangan yang dilanggar warga sekitar sehingga membuat buaya menjadi beringas.

"Mungkin, ada pantang larang yang dilanggar," ujar Wahyudi.

Oleh karena itu, Wahyudi berpesan kepada masyarakat, terutama pendatang di Teluk Lanus agar menghormati serta memahami adat istiadat di sana.

"Sebaiknya berkomunikasi dengan penghulu ataupun sesepuh kampung," sebut Wahyudi.

Masyarakat juga dihimbau membatasi aktivitas di sungai untuk sementara waktu. Masyarakat juga diminta tidak takabur dan menjaga sopan santun ketika melintasi sungai.

"Begitu juga ketika melintasi rawa yang ada di Sungai Lakar," tambah Wahyudi.***/zie


 
Berita Terbaru >>
Gandeng UIR dan Ade Hartati, FJPI Riau Gelar Dialog Bedah RUU KUHP
Jonwir: Partai Final Digelar Jum'at Depan
Pererat Silaturahmi, IKA SMPN 12/14 Pekanbaru Taja Pertandingan Volly Antar Kelas
HUT ke -12, IKTS Kukuhkan Ketua Umum serta Pengurus
Prada Deri Pemutilasi Kekasih Menangis Dengar Vonis Seumur Hidup dan Dipecat dari TNI
Akibat Kabut Asap Penetbangan di Bandra SSK II Pekanbaru Belum Normal
FJPI Riau Gelar Aksi Sosial Peduli Asap dengan Membagikan 4000 Masker
FJPI Riau Gelar Aksi Sosial Peduli Asap dengan Nembagikan 4000 Masker
Pemuda Masjid Muawwanah Gelar Pawai Obor dan Jalan Sehat
Mau Irit, Pakai Pertamax
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com