Senin, 16 Desember 2019
Follow:
Home
Pemko Pekanbaru Sabet Predikat KLA Kategori Nindya
Rabu, 24/07/2019 - 18:04:34 WIB
 
 


KLIKRIAU.COM, MAKASSAR -Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyelenggarakan malam penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 di Hotel Four Points, Makassar, Selasa (23/7). Malam penghargaan ini diberikan guna mendorong Pemerintah Daerah tingkat II memenuhi kebutuhan anak Indonesia. Target KPPPA adalah Indonesia idola anak 2030.

Malam penghargaan diselenggarakan tepat pada Peringatan Hari Anak Nasional yang pada tahun ini diadakan di Makassar dan selanjutnya dilaksanakan di Jayapura.

Dengan kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Layak Anak Nindya, sukses ditoreh. Penghargaan ini membuktikan kepedulian pemko terhadap pemenuhan semua hak anak mulai dari fasilitas bermain, pendidikan hingga kesehatan. 

Penghargaan bergengsi tingkat nasional tersebut diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise kepada Wali Kota Pekanbaru yang diwakili Asisten III Baharuddin.

Tahun ini, Pemko Pekanbaru berhasil mendapat 3 penghargaan sekaligus. Yakni KLA kriteria Nindya, Sekolah Ramah Anak dan Puskesmas Ramah Anak.

Asisten III Baharuddin mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja keras Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Firdaus ST MT dalam mewujudkan Kota Smart City Madani sebagai kota layak anak. 

Raihan prestasi ini kata dia, tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang telah membantu dan mendukung program-program pemerintah. "Alhamdulillah, ini prestasi luar bisa dan patut disyukuri. Kami juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi," ucap Bahar.

Disampaikan mantan Kepala Disdukcapil Pekanbaru, prestasi tersebut dijadikan sebagai motivasi dalam peningkatan pemenuhan hak anak dari berbagai sisi, mulai dari pendidikan, kesehatan, sarana dan prasana bagi anak. Ia menambahkan, pada kali ini, kriteria penghargaan KLA naik peringkat dari Madya ke Nindya.

"Sebelumnya kita terima kriteria Madya, sekarang Nindya. Selain itu kita juga terima Sekolah Ramah Anak dan Puskesmas Ramah Anak. Ini akan terus kita tingkatkan," ungkapnya.

Ke depan, kata Bahar, pihaknya menargetkan kriteria penghargaan KLA yang diterima bisa naik peringkat ke utama. "Kita harapkan peringkat naik ke utama. Untuk mencapai kriteria utama perlu kerja keras dan kita akan lakukan pembenahan-pembenahan dan berharap adanya penambahan anggaran agar prestasi ini tercapai," imbuhnya.

Dia juga menyebutkan, penilaian ini melalui empat tahapan yakni, penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan dan finalisasi dengan penilaian. "Kami merasa bangga dan lega atas prestasi yang dicapai karena tahun 2019  bisa naik kelas menjadi Nindya," tukasnya.

Meskipun meraih penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Nindya bukan menjadi tujuan utama dari Pemerintah Kota Pekanbaru, namun Baharuddin menyebut bahwa penghargaan yang baru saja diterima tersebut menunjukkan bahwa komitmen Kota Pekanbaru untuk memenuhi hak anak diakui oleh pemerintah pusat. Penghargaan ini tentunya semakin menyemangati untuk berbuat lebih baik lagi untuk anak-anak Kota Pekanbaru.

Menurut Baharuddin dalam hal pemenuhan anak Kota Pekanbaru sudah menyiapkan berbagai program sebagai tindak lanjut usai meraih penghargaan, di antaranya penguatan regulasi, dan sinergi dengan dunia usaha maupun media massa.

Kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan program -program jitu juga menjadi pemicu untuk terus menguatkan komitmen memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak. "Kota Pekanbaru sudah menunjukkan komitmen yang maksimal untuk mencapai prestasi ini. Ada banyak dukungan dari berbagai pihak untuk meneguhkan komitmen tersebut," katanya.

Sementara Kadis Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Mahyuddin mengatakan, Kota Layak Anak merupakan bentuk investasi untuk membangun generasi penerus bangsa. "Kota Layak Anak akan menjadikan mereka lebih sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, cinta tanah air serta terlindungi dari berbagai bentuk diskriminasi, eksploitasi dan kekerasan," jelasnya.(rls)

 
Berita Terbaru >>
FPK Riau Hadirkan Parade Bhineka Tunggal Ika Hari Ini
Melihat Budaya Minum Teh di Berbagai Negara di Dunia
Masih 35 Tahun, Sanna Marin Sudah Jadi PM Finlandia
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka untuk Umum Mulai Hari Ini
Teknik Menggoreng Ikan Agar Tidak Meletup
Teknik Investigasi Ilmiah Mencari Pelaku Pembunuhan Hakim PN Medan
Inilah Doa Keteguhan Hati Agar Tetap Dalam Islam
Penyelundupan 1.182 Burung ke Jakarta Digagalkan Bea Cukai Lampung Selatan
Hati-Hati Jaga Anak Gadis, Mahasiswi UIN Ini Tewas Dibunuh Karena Hamil
Toni Ann Singh dari Jamaika Dinobatkan Sebagai Miss World 2019
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com