Sabtu, 16 November 2019
Follow:
Home
Priscilla Hertati, Dari Atlit Wushu Beralih ke Mixed Martial Arts
Sabtu, 02/11/2019 - 06:42:29 WIB
 
 

JAKARTA - Olahraga atau seni bela diri yang dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA) biasanya identik dengan pria. Apalagi olahraga ini memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan. Kepopuleran MMA melejit ketika berbagai organisasi dan ajang promosi MMA global mulai bermunculan di seluruh dunia.

Salah satu atlet MMA wanita yang kisahnya menginspirasi adalah Priscilla Hertati Lumban Gaol. Atlet kelahiran Dolok Sanggul, Sumatera Utara ini akan menjadi wanita Indonesia pertama yang menantang juara dunia MMA, Angela Lee.

Langkah Tati, demikian Priscilla Hertati Lumban Gaol biasa disapa, untuk dapat bertarung dengan juara dunia One Championship, Angela Lee semakin mulus setelah kemenangannya pada gelaran ONE: DAWN OF VALOR di Istora Senayan, Jumat malam (25/10/2019) lalu, Melawan Bozhena Antoniyar. Tati menang dengan angka mutlak.

Sebelum masuk ke dunia MMA, Tati terlebih dahulu menjadi atlet wushu. Dia bahkan pernah bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) di cabang olahraga wushu.

"Aku bergabung ke dunia bela diri sejak Agustus 2006. Awal mulanya aku dari wushu, di situ berkarier sampai PON 2016. PON Pertama di Kalimantan, kedua Riau dan ketiganya di Jawa Barat," kata Tati saat berbincang dengan Wolipop di tempat latihannya di Nam Centre, Kemayoran, Jakarta Pusat (23/10/2019).

Menurut Tati, sejak kelas 3 SMA dia sudah menyukai olahraga bela diri. Sang kakak Fransisco Lumban Gaol yang kemudian mengenalkannya pada olahraga wushu.

"Waktu itu semester dua lagi sibuk-sibuknya tryout. Dan abang bilang kepada saya bahwa dia punya teman, dia lagi mencari atlet wanita. Dan abang saya sudah berusaha menawarkan ke teman-temannya tetapi tidak ada yang mau. Hingga akhirnya abang yang mendorong saya untuk ikut lomba wushu," kata Tati.

Tati pun tertarik karena pada saat itu diiming-imingi kakaknya bisa mendapatkan uang saku tambahan jika bisa memenangkan lomba wushu. Hanya berlatih selama dua minggu, Tati dikirim ke Provinsi Banten untuk bertanding. Tak disangka, dia langsung meraih kemenangan.

"Dan ketika menang langsung dapat uang. Wah ternyata cuman begitu doang dapat uang! Anak SMA punya uang sendiri akhirnya saya bayar uang sekolah sendiri," ujar Tati.

Setelah meraih berbagai kemenangan di PON, terlintas di benak Tati untuk berhenti menjadi atlet wushu dan mencoba olahraga lain. Dia pun mendatangi Siam Training Camp yang dikenal sebagai tempat berlatih MMA, kickboxing hingga muay thai.

"Niatnya saya kepengin lihat-lihat saja dan ingin olahraga agar badan saya bugar saja. Tetapi ternyata ada salah satu pelatih yang melihat bakat saya terus dia menawarin main Mixed Martial Arts (MMA), waktu pertama kali agak ragu-ragu karena ekstrem sekali bela dirinya itu," ungkap Tati.

Pada 2017, Tati memutuskan mencoba menjadi atlet MMA. Saat baru satu bulan menjadi atlet MMA, anak kedua dari enam bersaudara itu langsung mengikuti pertandingan One Championship dan mengalami kekalahan. Baru pada pertandingan ketiganya, tepatnya pada Januari 2018, Tati meraih kemenangannya.

"Saya harus menang bagaimana pun caranya. Karena malu dua kali kalah terus. Akhirnya saya berusaha keras dan belajar dari pertandingan sebelumnya kalahnya di mana dan saya mulai berlajar menggali lagi kekurangan-kekurangan saya," ujar Tati.

Tekad Tati untuk terus belajar melalui berbagai pertandingan benar-benar dilakukannya. Dia bahkan sampai bertanding enam kali dalam setahun pada 2018. Tati sampai dijuluki sebagai atlet terajin di pertandingan One Championship.

"Di 2018 saya dikasih kesempatan main enam kali dalam setahun, di situ saya mendapatkan predikat atlet terajin di dalam event itu. Berarti dalam setahun per dua bulan sekali fight terus. Saya mendapatkan kemenangan lima kali dan satu kali kekalahan," kata Tati.***/zie

 
Berita Terbaru >>
DPMPTSP Pekanbaru Raih Predikat Layanan Prima Seluruh Indonesia
Pengembangan Kota Hijau dan Transportasi Ramah Lingkungan Wako Terima Kunjungan Delegasi CIMT-GT
Pekanbaru Turut Berpartisipasi pada Karnaval Budaya
Pekanbaru Raih Sertifikasi Tertinggi RBRA Dari Kementerian PPPA
Pekanbaru Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik Platinum Tahun 2019
Wako Lonching Aplikasi Pembayaran Pajak Daerah Melalui E Channel
Kemenpora Tetapkan Pekanbaru Kota Layak Pemuda
Hasil Riset Asian Development Bank, 22 Juta Penduduk Indonesia Kelaparan
Presiden: Pembangunan Infrastruktur Jangan Gunakan Barang Impor
Adele Dapat Baju dari Victoria Beckham karena Mampu Turunkan Berat Badan 19 Kg
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com