Sabtu, 30 Mei 2020
Follow:
Home
Pemrov Resmi Tetapkan Riau Siaga Darurat Banjir & Longsor
Jumat, 20/12/2019 - 17:16:29 WIB
 
 

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) resmi menetapkan status Riau siaga darurat banjir dan longsor Jumat (20/12/2019) hingga Selasa (31/12/2019). Rapat penetapan dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya di Ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Jumat (20/12/2019).

Adapun penetapan status siaga ini mengacu kepada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana Alam dan berdasarkan hasil rapat persiapan penetapan status siaga darurat banjir dan longsor yang digelar pada Kamis (19/12/2019) kemarin.

Dalam sambutannya Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya mengatakan bahwa dengan situasi dan kondisi terkini, termasuk yang dilaporkan BPBD dan BMKG, maka status siaga darurut penanggulangan bencana banjir dan longsor ditetapkan.

Menurut Yan Prana, selain kebakaran hutan dan lahan, Provinsi Riau juga rawan bencana banjir dan longsor. Dimana terdapat empat sungai besar yang membelah daerah Riau.

"Seiring dengan musim hujan yang terjadi dua kali dalam setahun, bencana banjir pun terjadi dua kali setahun yaitu periode awal tahun dan periode akhir tahun. Sedangkan untuk longsor merupakan isidentil di beberapa wilayah dan waktu tertentu," ungkap Yan.

Ia menjelaskan, bencana banjir tahun ini yang terjadi pada kurun Oktober hingga Desember telah menggenangi 216 desa/kelurahan di 43 kecamatan dari 6 kabupaten, yaitu Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Pelalawan, Kuansing, dan Indragiri Hulu. Dampak yang ditimbulkan yaitu terendamnya 8.798 rumah, 11 TK/PAUD, 47 SD/MDA, 19 SMP, dan 17 SMA, serta menelan korban jiwa 3 orang.

"Sedangkan bencana longsor di Rokan Hulu telah menelan 2 korban jiwa serta mengancam mengisolir 8 desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan Kampar Kiri, yang mana longsor menutupi ruas jalan akses utama yang menghubungkan 8 desa tersebut dengan wilayah luar," jelas Sekdaprov.

Selain curah hujan yang tinggi, lanjut Yan, bencana banjir dan longsor juga disebabkan oleh perusakan dan penggundulan hutan atau kawasan tangkapan hujan di hulu. 

"Air hujan banyak yang tidak terserap sehingga air tersebut akan turun menuju sungai. Jika air dalam jumlah besar maka sungai tidak dapat menampung air yang sangat berlebih tersebut sehingga air meluap ke daerah-daerah yang rendah dan akan mengakibatkan banjir," terang Yan.

Penyebab lainnya adalah perubahan sistem drainase pembuangan air. Suatu daerah yang biasanya tidak banjir akan jadi langganan banjir jika sistem drainase yang ada diubah tanpa AMDAL.***/mcr

 
Berita Terbaru >>
Maiyuni: Kecil Tapak Tangan, Nyiru Kami Tadahkan
Kuasa Hukum Harap Hakim Tidak Membatasi Jumlah Saksi
Zufra: Lengkapi Dokumen, Lapor ke Mendagri
Bappeda Riau Sebut Akan Mengkaji Ulang
Gubri: Hindari Terpapar Covid-19 Masyarakat Sebaiknya Salat Idul Fitri di Rumah
Surat Perjalanan Khusus Warga Masuk Riau akan Diverifikasi Ulang
Harimau Sumatera Mati di Lahan Konsesi Arara Abadi dengan Kaki Terjerat
5 Fraksi Minta PKS Ganti Hamdani Jadi Ketua DPRD Pekanbaru
Antar 150 Paket Tajil dan Buka Puasa untuk Anak
Hendry: Hakim Langgar Kode Etik dan Tertib Hukum Acara Perdata
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com