Senin, 20 Januari 2020
Follow:
Home
Yan Prana: Mari Rawat Situasi Kondusif dan Toleransi Beragama di Bumi Lancang Kuning
Kamis, 02/01/2020 - 10:07:24 WIB
  Yan Prana Sekdaprov Riau
 

PEKANBARU - Sekdaprov Riau, Yan Parana Jaya menyatakan harapannya, agar semua masayarakat Riau bisa saling menjaga kondusifitas yang selama ini sudah terjalin dengan baik dan semua pihak agar sama-sama merawat dan menjaga kerukunan dan toleransi beragama, yang selama ini juga sudah tercipta di Bumi Lancang Kuning.

"Selama ini tak ada riak, tak ada gesekan apa pun di Riau, karena masyarakat Riau itu meski berasal dari berbagai suku, tapi saling menghargai. Demikian juga dengan agama, semua saling menghormati. Karena itu masing-masing pihak harus sama-sama menjaga, jangan sampai mengusik pihak lain. Kita ini sama dan kita ini satu, dengan begitu Riau akan maju," ujar Yan, Kamis (2/1/2020).

Hal ini dikatakan Yan Prana sebagai Sekdaprov Riau saat dimintai tanggapannya soal statemen Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), DR Chaidir di media yang sempat membuat resah beberapa kalangan dan menjadi viral di grup-grup WA tadi malam, Rabu (1/1/2020).

Chaidir mengatakan, maraknya keberadaan rumah makan Babi Panggang Karo (BPK) dan non halal maupun warung-warung tuak, tempat hiburan, tempat praktik maksiat, peredaran narkoba dan lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Provinsi Riau, maka Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) mendesak pemerintah daerah untuk menutup usaha tersebut.

DR Chaidir juga mengatakan pada Selasa (1/1/2020) bahwa untuk menyikapi hal tersebut, ia mengaku telah duduk bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru, Komando Ulama Riau dan Forum Anti Maksiat Kota Pekanbaru.

"Saya rasa masing-masing pihak harusnya mengerti dan paham, dimana harus berada, bagaimana harus bersikap. Di atas segalanya persatuan dan kesatuan rakyat Riau harus kita jaga, dengan saling menghargai," ujar Yan Prana.

Karena itu kata Sekdaprov, untuk menjaga keamanan, ketentaraman dan situasi kondusif yang selama ini sudah terjaga, pihaknya meminta aparat kemanan dibantu Satpol PP di masing-masing daerah bisa menertibkan praktek-praktek maksiat d seluruh Riau, seperti praktek prostitution’s, karena suku apa pun dan agama mana pun tidak membenarkan praktek maksiat tersebut.

"Kita juga menghimbau bupati  dan walikota ikut membantu Pemprov Riau menertibkan praktek maksiat, seperti prostitution’s ini," ujar Sekdaprov.

Sementara itu Viator Butar-Butar, mantan Ketua Ikatan Keluarga Batak menyatakan bahwa secara menyeluruh harusnya sebuah statemen juga menjaga rasa pihak atau suku lain yang menjadi masyarakat Riau, jangan sampai menyinggung perasaan, karena hal ini yang bisa memicu gejolak dan bukannya menjadikan Riau damai tenteram.

"Saya suku Batak tapi ketika ditanya dimana kampung halaman saya jawabnya ya di Riau, saya orang Riau," kata Viator.

Menurut Viator, harusnya para tokoh dari berbagai lembaga yang menyuarakan seperti yang dikatakan Ketua FKPMR, seyogyanya mengedepankan nilai-nilai luhur yang dikandung dalam Pancasila dan UUD 45, khususnya dalam menyikapi persoalan perbedaan, apalagi terkait SARA.

"Saya juga tidak setuju ada tempat maksiat di Riau ini, karena tempat maksiat tersebut menghancurkan generasi muda negeri ini, tapi soal rumah makan, tentu sebaiknya hati-hati dalam memberi statemen, karena kan tidak mungkin BPK itu dimasuki seorang muslim, karena sudah dipajang besar mereknya, BPK," kata Viator.

Menurut Viator, yang harus dilakukan tentu penertiban, jika keberadaannya dirasa mencolok atau berada di area yang ternyata banyak muslimnya, bukan dengan kalimat menutup.

"BPK itu untuk orang Batak, ya Batak yang makan disitu, keberadaannya tentu juga di lokasi yang banyak suku Bataknya," kata Viator.

Viator berharap, karena statemen tokoh bisa mempengaruhi psikologis masyarakat, sebaiknya sebelum seorang tokoh memberikan statemen, tentu harus melihat dengan jernih apa persoalannya dan menjaga agar statemen tersebut tidak memicu gejolak di tengah masyarakat.


Menurut Viator, ingin jelas dengan kondisi ini dia pun langsung mengirim link berita ke Gubri Syamsuar untuk minta tanggapan.

"Menjawab WA saya Gubri bilang, terimakasih adinda atas infonya dan akan dikoordinasikan," ujar Viator.**/luzi

 
Berita Terbaru >>
Suhendro: Tidak Sepatutnya Sekda Jadi Komut di BRK
Persaingan Balon Ketua Karang Taruna Pekanbaru Mulai Memanas
DPP Gerindra Pastikan Dukung Pasangan HT Maju Pilkada Pelalawan
Gaos: Mari Mengabdi, Hidup Ini 'Mampir Ngombe'
Pengukuhan Tim Pemenangan HT di Pangkalan Kuras Ramai Bak Kampanye
Tengku Khalil Jaafar Dukung Husni Tamrin Maju Pilkada Pelalawan
Jalin Sinergi, Komisi I DPRD Pekanbaru Silaturahmi ke Kapolresta
Komisi I DPRD Pekanbaru Sidak Ke DPM- PTSP
DPRD Pekanbaru Terima Kunjungan DPRD Kabupaten Solok untuk Belajar Susun APBD
Lewat Paripurna DPRD Pekanbaru Sampaikan Hasil Reses
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com