Senin, 20 Januari 2020
Follow:
Home
Pasca Pembunuhan Jenderal Iran Sentimen Anti AS Mendunia
Selasa, 07/01/2020 - 08:54:11 WIB
  Qassem Soleimani
 

PEKANBARU - Pembunuhan komandan senior militer Iran Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat (AS), membuat sentimen anti-Amerika Serikat semakin mendunia. apa yang dilakukan Amerika Serikat tersebut memicu kemarahan global dan dendam di seluruh dunia dalam skala besar.

Menurut Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, pembunuhan tersebut juga menciptakan dendam di seluruh dunia.

"Dendam terhadap AS telah dimulai di Asia Barat," ujar dia.

Soleimani, perancang operasi klandestin dan militer Teheran di luar negeri sebagai kepala Pasukan Quds Pengawal Revolusi, tewas pada Jumat (3/1/2020) dalam serangan pesawat tak berawak milik AS pada konvoinya di bandara Baghdad.

Sementara banyak warga Iran berdemonstrasi dalam beberapa hari terakhir untuk menunjukkan kesedihan atas kematian Soleimani, yang lain khawatir kematiannya akan mendorong negara itu untuk berperang dengan negara adidaya.

Soleimani dianggap sebagai tokoh terkuat kedua di negara itu setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (4/1/2020) mengancam akan menghantam keras 52 situs Iran jika negara itu menyerang aset atau warga negara Amerika Serikat.***/sumber: Antara

 
Berita Terbaru >>
Pendiri MER-C Joserizal Jurnalis Meninggal Dunia
Suhendro: Tidak Sepatutnya Sekda Jadi Komut di BRK
Persaingan Balon Ketua Karang Taruna Pekanbaru Mulai Memanas
DPP Gerindra Pastikan Dukung Pasangan HT Maju Pilkada Pelalawan
Gaos: Mari Mengabdi, Hidup Ini 'Mampir Ngombe'
Pengukuhan Tim Pemenangan HT di Pangkalan Kuras Ramai Bak Kampanye
Tengku Khalil Jaafar Dukung Husni Tamrin Maju Pilkada Pelalawan
Jalin Sinergi, Komisi I DPRD Pekanbaru Silaturahmi ke Kapolresta
Komisi I DPRD Pekanbaru Sidak Ke DPM- PTSP
DPRD Pekanbaru Terima Kunjungan DPRD Kabupaten Solok untuk Belajar Susun APBD
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com