Senin, 24 Februari 2020
Follow:
Home
Riau Tuan Rumah Penyempurnaan Perumusan Aturan Pencak Silat Seni
Jumat, 31/01/2020 - 21:37:05 WIB
 
 

PEKANBARU- Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) melakukan agenda penyempurnaan perumusan aturan Pencak Silat Seni Sebagai acuan nasional dan internasional. 

Hal ini terkait telah ditetapkannya  pencak silat Indonesia sebagai warisan budaya tak benda.  

Musyawara yang berlangsung  30 Januari hingga 2 Februari tersebut dibuka oleh Gubernur Riau yang diwakili Asisten I, Ahmad Syahroffie di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Kamis (30/1/20) kemarin.

Turut hadir utusan LAM Riau Al Azhar, Kadis Pariwisata Riau, Raja Yose Rizal,  18 pendekar yang diutus  PB IPSI  serta undangan lain. 

Hal ini diungkapkan Sekretaris Pengprov IPSI Riau, Panji Sumirat SE, Jumat (31/1/20). Dia menyebut perumusan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat keputusan Unesco bahwa pencak silat milik Indonesia. 

"Terpilihnya Riau sebagai tuan rumah perumusan akan menjadi sejarah, sebab jika terwujud maka nama Riau akan tercatat pada buku panduan pencak silat dunia," kata Panji Sumirat. 

Lebih jauh kata Panji, pada agenda ini PB IPSI mengeluarkan SK kepada 18 orang pendekar agar turun ke Riau. 

"Hari ini dimulai Jam 9.00 WIB 18 Pendekar silat akan berdiskusi tentang perumusan aturan-aturan tersebut," ujarnya. 

Dengan adanya rumusan ini Panji  berharap pencak silat  menjadi anak angkat negara, dapat dimasukkan ke dalam aturan Undang-undang  sehingga bisa dibiayai oleh negara. 

"Karena pencak silat merupakan salah satu alat kemerdekaan. Dan kita harus berani mengatakan itu," ucapnya penuh semangat. 

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Umum PB IPSI,  Erizal Chaniago mengatakan, terpilihnya Riau sebagai tuan rumah perumusan tak lepas dari sejarah yang dimiliki bumi lancang kuning. 

"Pertama bersatunya bangsa Indonesia karena adanya bahasa persatuan yang berasal dari bahasa melayu Riau.

"Kedua pencak silat sangat kental dengan adat dan budaya di Riau. Kemudian di Riau terdapat pakar-pakar silat yang bisa kita mintakan sumbang dan saran. Pakar tersebut juga kita datangkan dari Sumbar, Banten dan daerah lain," kata pria yang juga menjabat Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan KONI Pusat ini. 

Erizal mengatakan saat ini dirinya dan para peserta lainnya tengah merumuskan penyempurnaan peraturan pertandingan dan sistem penilaian dalam pencak silat seni. Sebagai wujud pengembangan budaya Indonesia yaitu Pencak Silat. (Wina) 

 
Berita Terbaru >>
Pengurus JMSI Riau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Anak Wartawan
Terharu Dibezuk HT, Sarah Calon Hafizoh Doakan HT Jadi Bupati Pelalawan
Warga Dua Desa di Teluk Meranti Satu Suara Menangkan HT
Kenang Jasa-jasa Kadispar Riau, Tiga Ruangan Pertemuan Bertukar Nama
Sebelum Menaiki Pesawat, Presiden Jokowi Berpesan Dashboard Lancang Kuning Bagus Sekali
Kapolda Riau Lepas Peserta Lomba lari Fun Run di Kota Dumai
HT Minta Tidak Ada Pihak yang Intimidasi Warga dan Tim
Diduga Camat Kongkalikong, Honor RT/RW 2 Bulan Tak Dibayar
Terus Mengembangkan Sayap, 10 Wartawati Nyatakan Gabung di FJPI
Bersama Warga dan Partai Gerindra Husni Tamrin Perbaiki Jalan Desa
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com