Senin, 06 April 2020
Follow:
Home
Perempuan Pilih Diam Karena Anggap Kasus Kekerasan Seksual Sebagai Aib
Sabtu, 15/02/2020 - 08:35:58 WIB
 
 

MEDAN - Banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di tengah masyarakat tidak dapat diselesaikan dengan tuntas. Hal itu disebabkan rasa malu perempuan yang menganggap kasus kekerasan seksual sebagai aib dan memilih diam ketika mengalaminya. Akibatnya kejadian  pelecehan terhadap perempuan terus meningkat.

Menyikapi dan untuk mencari jalan keluar  hal tersebut, sejumlah komunitas jaringan perempuan di Medan, Sumut, menggelar kegiatan untuk Memperingati Hari Anti Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan, di Taman Ahmad Yani Medan, Jumat (14/2/2020).

Kegiatan itu diinisiasi Pesada serta sejumlah komunitas perempuan lainnya, yakni Forhati, PGSA UINSU, Fatayat NU, Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sumut, Aliansi mahasiswa anti korupsi (Almansi), Kohati dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), dengan tema "Stop Perkawinan Anak dan Dini Menuju Zero Violence Terhadap Perempuan Demi Mendorong Kepemimpinan Perempuan". 

Kegiatan dimaksud untuk mengedukasi para perempuan dan pelajar dalam menyikapi dan mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual terhadap perempuan.

"Jadi hari ini adalah hari perayaan anti kekerasan seksual yang dilakukan Persada bersama dengan jaringan kelompok perempuan. Karena kita melihat baik secara nasional, juga di daerah kita ini sangat tinggi sekali angka kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan dan anak perempuan," ujar Berliana Purba Koordinator Pesada Wilayah Humbang Hasundutan dan Tapanuli Tengah.

Walaupun sambungnya, sebenarnya kasus kekerasan ini seperti fenomena gunung es, banyak sekali kasus-kasus kekerasan seksual yang tidak terselesaikan. Artinya banyak persoalan kekerasan seksual yang sebagian masyarakat diselesaikan secara adat didamaikan, sebagai dikarenakan tidak berani melaporkan kepada pihak yang berwajib dengan berbagai faktor.

"Mungkin ketakutan kepada pihak yang berwajib kemudian ketidakberdayaan juga ke ketidakpahaman mereka mengenai hukum seperti itu. Jadi ini juga menjadi momen bagi kita sekaligus kampanye seluruh perempuan agar bergandengan tangan untuk menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Jadi hari ini kita mengadakan kampanye ini,"ujarnya sebagai upaya peningkatan kapasitas perempuan muda.

Dia menambahkan berdasarkan hasil pendampingan Women Crisis Center Pesada di tahun 2019, ada 157 kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani.

Artinya untuk sumut dan di wilayah dampingan Pesada yang ada tersebar di 14 kabupaten, meski jumlahnya besar diperkirakan masih banyak lagi yang belum terungkap.

"Ya, mungkin banyak persoalan karena malu mungkin karena budaya dan lain sebagainya,"imbuhnya.

Sedangkan strategi untuk penanganan kasus ini, perempuan harus berani mengungkap kasus-kasus kekerasan yang dialaminya.

Ainun Mardiah dari Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sumut, menyebutkan banyak kasus perempuan yang tidak terselesaikan dari pernikahan dini, pemerkosaan dan kekerasan seksual.

"Menurut saya kita sebagai organisasi perempuan harus saling bergandeng tangan untuk terus berjuang memperjuangkan generasi-generasi kita ke depan,"ujarnya.

Sementara Ketua FPJI Sumut, Lia Anggia Nasution menyebutkan, sebagai wadah jurnalis perempuan, FJPI selama ini mendukung penuntasan kasus kekerasan perempuan melalui pemberitaan dengan harapan dapat mengungkap kasus-kasus tersebut ke ranah hukum sehingga bisa memunculkan efek jera bagi pelaku.

Dalam even ini dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti bedah kasus, women talks, games, baca puisi, teatrikal, dari berbagai organisasi dan dampingan jaringan perempuan.**/ledi/ril

 
Berita Terbaru >>
Alumni SDN 005 Pekanbaru Gelar Bhakti Sosial
BKOW Sumbar Beri Bantuan Warga Terdampak Corona
Pakai Masker untuk Cegah Penularan Infeksi Virus Corona
Terdampak Corona, Enam Hotel di Pekanbaru Tutup Sementara
Mantan Manager Duta Palma Ditahan KPK Terkait Korupsi Alih Fungsi Hutan Riau
Cegah Penyebaran Covid 19, IKTS Pekanbaru Semprot Rumah Warga dan Fasilitas umum
Kapten Kapal Ditemukan Tewas Mengapung di Desa Sungai Laut Inhil
Menko Polhukam Tegaskan Tak Ada Rencana Beri Remisi untuk Koruptor
Ditengah Wabah COVID-19, Karhutla Kembali Muncul di Riau
Kapolres Rohul Bersama Forkopimda Cek Gudang Beras, Pastikan Stock Aman 6 Bulan Kedepan
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com