Jumat, 24 Juli 2026
Follow:
Home
Kasus Malaria di Inhil Meningkat, Pemkab Pertimbangkan Status KLB
Selasa, 01 Oktober 2024 - 20:45:10 WIB
  Ilustrasi (net)
 
TERKAIT:
   
 
PEKANBARU (KLIKRIAU.COM) – Kasus malaria di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus meningkat hingga mencapai 40 kasus per Selasa (1/10/2024), dengan Desa Kuala Selat di Kecamatan Kateman mencatatkan jumlah tertinggi. Dinas Kesehatan Riau telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan untuk menghentikan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles ini.

Penanggung Jawab Malaria dari Dinas Kesehatan Riau, Musfardi Rustam, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat agar lebih aktif membersihkan lingkungan. 

“Kami sudah mengarahkan agar dilakukan pembersihan lingkungan secara kolektif, terutama genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujarnya.

Langkah-langkah pencegahan lainnya juga telah diambil, seperti analisis data, sosialisasi mengenai pencegahan dan pengobatan malaria, serta distribusi logistik dengan bantuan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Inhil. Pengobatan massal juga sedang dijalankan untuk menekan angka penyebaran.

“Kami terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Penjabat Bupati, Dinas Kesehatan Kabupaten, hingga Puskesmas dan bidan di lapangan, agar semua siap siaga dalam penanggulangan malaria ini,” jelas Musfardi.

Pemkab Siapkan Penetapan KLB

Sebagai respons atas lonjakan kasus, Pemerintah Kabupaten Inhil akan menggelar rapat pada Rabu (2/10/2024) untuk membahas kemungkinan penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria. Status ini diharapkan dapat mempercepat langkah-langkah penanggulangan wabah yang kian mengkhawatirkan.

Musfardi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Pola hidup bersih dan sehat sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini,” tegasnya. Ia juga menyarankan penggunaan obat anti-nyamuk dan kelambu saat tidur, serta menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari, karena nyamuk Anopheles aktif menggigit pada waktu tersebut.

Selain di Inhil, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) juga mencatat lonjakan kasus malaria, dengan 1.660 kasus hingga akhir September 2024. Kelurahan Panipahan di Kecamatan Pasir Limau Kapas menjadi wilayah dengan kasus terbanyak. Dengan meningkatnya kasus di kedua wilayah ini, diharapkan langkah pencegahan dan pengobatan dapat terus diperkuat agar wabah malaria dapat segera dikendalikan. (mcriau)

 
Berita Terbaru >>
Melangkah Menuju Konstituen, PJS Resmi Serahkan Dokumen Verifikasi ke Dewan Pers
PJS Kukuhkan Pengurus Daerah di Malam Anugerah Munas III
Dewan Pers Ingatkan Wartawan Patuhi Etika dan Siap Hadapi Disrupsi Digital
Sinergi PT NWR, Kepolisian, dan Masyarakat Langgam dalam Penanggulangan Karhutla dan Edukasi Satwa Liar
Dukung Operasi Migas Berkelanjutan, SKK Migas dan KKKS Sumbagut Dalami Regulasi Lingkungan
PT Selaras Abadi Utama Salurkan Bantuan Lintas Sektor untuk Masyarakat di Kecamatan Pelalawan
Wamendikdasmen Tinjau Revitalisasi SLB dan Digitalisasi Pendidikan Inklusif
Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA
Ketua Umum SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa di Lampung Mengawal Desa, Mencegah Jaksa
Kericuhan Pecah di DPRD Riau, Pendukung Dua Anggota Dewan Terlibat Bentrok Fisik
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2025 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : [email protected]