KLIKRIAU.COM, SIAK – Cuaca panas ekstrem yang melanda Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla Siak lahan gambut. Meski saat ini nihil titik api, pemerintah daerah meminta masyarakat tetap siaga.
Kepala Pelaksana BPBD Siak, Novendra Kasmara, menegaskan lahan gambut di wilayahnya sangat rentan terbakar saat musim panas berkepanjangan.
“Kami ingatkan kita semua selalu waspada kebakaran lahan. Terutama kampung di Siak yang didominasi ekosistem lahan gambut cukup luas dan langganan karhutla,” kata Novendra, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat 67 kampung dengan hamparan gambut luas. Karena itu, wilayah tersebut masuk kategori rawan tinggi saat curah hujan menurun dan permukaan gambut mengering.
Meski pemantauan satelit hari ini tidak mendeteksi titik api, BPBD tetap menggencarkan patroli dan sosialisasi. Petugas mengedukasi warga tentang bahaya kabut asap dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Alhamdulillah, hari ini kita nihil firespot. Kemarin sempat terjadi karhutla di Kecamatan Kandis, namun berkat koordinasi yang baik, lahan yang terbakar bisa segera dipadamkan,” ujarnya.
67 Kampung Masuk Zona RawanSebagai langkah preventif, BPBD menginstruksikan camat dan kepala kampung aktif berpatroli. Selain itu, aparat desa diminta melarang pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Novendra menilai pencegahan di tingkat tapak jauh lebih efektif dibanding pemadaman saat api sudah meluas di bawah permukaan gambut.
“Kami minta semua pihak, jika ditemukan titik api sekecil apa pun, segera lapor ke aparat desa atau kecamatan. Warga juga bisa melapor ke Call Center 112 agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, BMKG Pekanbaru menyebut cuaca panas dipengaruhi masa peralihan menuju musim kemarau. Minimnya tutupan awan membuat sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi panas dan kering tersebut meningkatkan risiko lahan gambut mudah terbakar.
Karena itu, sinergi antara patroli darat BPBD dan kesadaran warga menjadi kunci utama mencegah karhutla Siak lahan gambut saat ini.(mcriau)